Tim Teknik Geologi ITB Temukan Fosil Hewan Purba di Waduk Saguling

Notification

×

Iklan

Iklan

Tim Teknik Geologi ITB Temukan Fosil Hewan Purba di Waduk Saguling

Minggu | Oktober 24, 2021 Last Updated 2021-10-24T03:55:08Z


NUBANDUNG
– Fosil hewan purba ditemukan di Pulau Sirtwo di tengah Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Penemuan ini berawal dari laporan masyarakat yang kemudian diteliti lebih lanjut oleh Tim dari Prodi Teknik Geologi ITB.


Selama proses survei, tim melakukan pengamatan di 17 titik di sepanjang Pulau Sirtwo. Berhasil memverifikasi bahwa tulang yang ditemukan pada batuan di sepanjang pulau merupakan fosil. Bukan hewan yang sifatnya modern atau kontemporer atau hari ini.


“Fosil-fosil yang ditemukan di permukaan dan juga yang telah terekspos kemudian diangkat dan disimpan oleh pihak yang berwenang di lokasi,” tutur Mika Rizki Puspaningrum, Paleontolog dan Geologi Kuarter.


Berdasarkan temuan tersebut, tim berhasil mengidentifikasi fosil-fosil hewan purba di Saguling yang telah dikumpulkan. Fosil-fosil ini berasal dari kelompok Bovidae (sapi, kerbau dan banteng), Cervidae (kelompok rusa), dan Elepha maximus (gajah).


Bersumber dari siaran pers ITB, Mika menceritakan kronologis penemuan fosil tersebut. Sekitar tahun 2020, sejumlah warga lokal mengembangkan objek wisata Pulau Sirtwo, pulau-pulau di sekitar Bendungan Saguling. Dulunya dimanfaatkan warga untuk menambang pasir.


“Sudah dilakukan beberapa kali wisata terbatas ke sana. Awalnya wisata yang ada hanya susur perahu, foto-foto di pinggir danau, dan ke menara Sirtwo,” ucapnya.


Mika menambahkan, “Sambil mengeksplorasi pulau, Pak Rizky (penggiat Pemandu Geowisata Indonesia) mendapatkan laporan dari warga sekitar yang bernama Pak Jahidin mengenai batuan yang seperti tulang”.


“Kemudian beliau mengecek ke lapangan, lalu mengambil beberapa foto. Foto tersebut disampaikan kepada salah satu anggota tim, yang kemudian berinisiatif untuk mengecek lokasi tersebut untuk melakukan verifikasi temuan warga,” sambungnya.


Survei Lokasi


Survei sendiri dilakukan pada dua hari berbeda, yaitu Minggu, 10 Oktober dan Jumat, 15 Oktober 2021. Melibatkan Alfend Rudyawan (KK Geodinamika dan Sedimentologi), Astyka Pamumpuni (KK Geologi Terapan), Sukiato Khurniawan (Dosen Prodi Geologi Universitas Indonesia, Alumni T. Geologi ITB angkatan 2011) dan Alfita Handayani (Dosen T. Geodesi ITB).


Tim yang bekerja sama dengan Museum Geologi ini pun, melakukan ekskavasi terhadap tulang kaki depan gajah yang telah terbuka dan mengalami kerusakan yang cukup parah. Maka dari itu, Tim ITB berinisiatif untuk melindungi fosil tersebut dengan cara membungkusnya dengan gips untuk kemudian dapat diangkat dan diteliti lebih lanjut.


“Selain paleontologi, tim juga akan mengembangkan penelitian pada aspek geologi secara menyeluruh, meliputi kajian stratigrafi, umur dan lingkungan purba,” imbuhnya.


Selanjutnya, akan dilakukan tinjauan lebih mendalam mengenai fosil-fosil tersebut. Serta tindak lanjut terhadap pengelolaan pulau juga perlu dilaksanakan secara kolaboratif seluruh pihak.


Diantaranya Tim ITB dengan warga pengelola Pulau Sirtwo, PT Indonesia Power Saguling (sebagai pengelola wilayah), TACB KBB, Disparbud KBB, PGWI, Museum Geologi Bandung, Pemerintah Kec. Cipongkor, Masyarakat Geowisata Indonesia dan DPC HPI KBB.