JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami sejumlah informasi dan aset yang diduga berkaitan dengan penyidikan perkara dugaan korupsi dana iklan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) periode 2021–2023.
Salah satu aset yang kini menjadi perhatian penyidik adalah sebuah mobil Volvo yang dikaitkan dengan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Kendaraan tersebut diketahui pernah digunakan dalam kegiatan pelantikan Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat pada 2023.
Pendalaman mengenai mobil tersebut dilakukan setelah KPK memeriksa Erwin Muniruzaman, kakak Ridwan Kamil, sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi dana iklan Bank BJB. Pemeriksaan terhadap Erwin dilakukan pada Jumat, 2 Oktober 2026.
KPK Dalami Pembelian Mobil Volvo
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa penyidik menggali sejumlah informasi yang diketahui Erwin Muniruzaman mengenai pembelian mobil Volvo tersebut.
Pendalaman dilakukan karena transaksi kendaraan itu terjadi pada periode yang berkaitan dengan perkara yang tengah disidik KPK. Penyidik ingin mengetahui secara lebih rinci mengenai proses pembelian, pihak-pihak yang mengetahui transaksi, serta riwayat kepemilikan kendaraan tersebut.
Dalam penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi, penelusuran aset menjadi salah satu bagian penting untuk mengungkap kemungkinan aliran dana maupun hubungan suatu aset dengan perkara. Karena itu, penyidik KPK tidak hanya memeriksa keterangan saksi, tetapi juga menelusuri berbagai transaksi dan aset yang dianggap relevan.
Pembelian mobil Volvo pada 2023 menjadi salah satu transaksi yang kini didalami. Penyidik masih berupaya mendapatkan gambaran lengkap mengenai bagaimana kendaraan tersebut diperoleh dan siapa saja yang terlibat dalam transaksi tersebut.
Mobil Pernah Digunakan Saat Pelantikan Pj Gubernur Jawa Barat
Mobil Volvo yang menjadi perhatian KPK diketahui pernah digunakan dalam momentum pelantikan Penjabat Gubernur Jawa Barat pada 2023.
Informasi mengenai penggunaan kendaraan tersebut menjadi salah satu konteks yang turut diperhatikan dalam proses pendalaman. Namun, penggunaan kendaraan dalam sebuah kegiatan pemerintahan tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran hukum.
KPK masih perlu mengurai hubungan antara kendaraan, transaksi pembelian, pihak yang melakukan pembelian, serta perkara dugaan korupsi dana iklan Bank BJB.
Proses tersebut dilakukan melalui pemeriksaan saksi dan penelusuran terhadap dokumen maupun aset yang berkaitan dengan perkara.
Mobil Disebut Telah Dijual pada Agustus 2025
Dalam proses penelusuran, KPK memperoleh informasi bahwa mobil Volvo tersebut telah dijual kembali oleh Erwin Muniruzaman pada Agustus 2025.
Informasi mengenai penjualan kendaraan tersebut turut didalami oleh penyidik. Penelusuran terhadap transaksi penjualan dapat membantu penyidik mengetahui riwayat kepemilikan dan perpindahan aset, termasuk pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut.
Dalam perkara korupsi, pemeriksaan terhadap perpindahan aset dapat menjadi penting apabila penyidik menemukan indikasi bahwa aset tertentu berkaitan dengan tindak pidana yang sedang diselidiki.
Meski demikian, hubungan antara sebuah aset dan tindak pidana tetap harus dibuktikan melalui alat bukti yang sah. Karena itu, informasi mengenai pembelian maupun penjualan mobil Volvo tersebut masih menjadi bagian dari proses pendalaman penyidikan.
Penelusuran Aset dalam Kasus Bank BJB
Perkara yang menjadi latar belakang pemeriksaan tersebut adalah dugaan korupsi terkait penggunaan dana iklan Bank BJB pada periode 2021 hingga 2023.
Kasus tersebut telah masuk tahap penyidikan. KPK kemudian melakukan berbagai pemeriksaan untuk mengungkap dugaan penyimpangan yang terjadi, termasuk dengan menelusuri aliran dana dan aset yang diduga mempunyai hubungan dengan perkara.
Penelusuran aset dilakukan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya kekayaan atau keuntungan yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana. Apabila ditemukan hubungan berdasarkan bukti yang cukup, aset tersebut dapat menjadi bagian dari proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam konteks tersebut, informasi mengenai mobil Volvo menjadi salah satu hal yang diperhatikan penyidik. KPK berupaya mencocokkan keterangan dari para saksi dengan dokumen dan bukti lain yang telah diperoleh selama proses penyidikan.
Lima Orang Telah Ditetapkan sebagai Tersangka
Dalam perkara dugaan korupsi dana iklan Bank BJB, KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka. Empat tersangka telah menjalani penahanan sebagai bagian dari proses penyidikan.
Sementara itu, mantan Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi belum ditahan karena kondisi kesehatan. Penanganan perkara terhadap para tersangka tersebut masih terus berjalan di KPK.
Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan informasi dan bukti yang dinilai cukup untuk meningkatkan penanganan perkara ke tahap penyidikan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.
Di sisi lain, pemeriksaan terhadap saksi-saksi masih dilakukan untuk melengkapi konstruksi perkara. KPK juga dapat memanggil pihak lain apabila keterangannya dinilai dibutuhkan untuk mengungkap perkara secara menyeluruh.
Ridwan Kamil Belum Disebut sebagai Tersangka
Perkembangan mengenai mobil Volvo tersebut perlu ditempatkan dalam konteks yang tepat. Pendalaman KPK terhadap kendaraan tersebut tidak serta-merta berarti Ridwan Kamil telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi dana iklan Bank BJB.
Pemeriksaan terhadap anggota keluarga atau penelusuran terhadap aset yang memiliki keterkaitan dengan seseorang juga tidak secara otomatis menunjukkan bahwa orang tersebut melakukan tindak pidana.
KPK masih harus membuktikan hubungan antara suatu transaksi atau aset dengan perkara berdasarkan alat bukti yang sah. Oleh sebab itu, informasi mengenai pembelian maupun penjualan mobil Volvo tersebut masih merupakan bagian dari proses pendalaman penyidikan.
Publik perlu membedakan status seseorang sebagai saksi, pihak yang informasinya sedang didalami, dan tersangka. Penetapan seseorang sebagai tersangka membutuhkan dasar hukum dan bukti yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
KPK Masih Telusuri Aset-Aset Lain
Selain mobil Volvo, KPK juga terus melakukan penelusuran terhadap aset-aset lain yang diduga berkaitan dengan perkara. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui secara lebih utuh kemungkinan aliran dana maupun perpindahan aset dalam kasus yang sedang disidik.
Penelusuran aset dapat dilakukan melalui berbagai sumber informasi, termasuk dokumen transaksi, keterangan saksi, data kepemilikan, serta informasi lain yang diperoleh penyidik selama proses penyidikan.
Jika dalam proses tersebut ditemukan bukti baru, KPK dapat melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap pihak-pihak yang dianggap mengetahui atau memiliki informasi mengenai aset maupun transaksi yang sedang ditelusuri.
Pemeriksaan terhadap Erwin Muniruzaman menjadi salah satu langkah KPK untuk memperjelas informasi tersebut. Keterangan dari saksi nantinya akan dibandingkan dengan bukti lain yang telah dikumpulkan penyidik.
Penyidikan Masih Berjalan
Kasus dugaan korupsi dana iklan Bank BJB masih berada dalam proses penyidikan. KPK masih memiliki sejumlah pekerjaan untuk menyusun secara lengkap rangkaian peristiwa yang diduga terjadi, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dan aliran dana yang berkaitan dengan perkara.
Pendalaman terhadap pembelian mobil Volvo menjadi salah satu bagian dari proses tersebut. Penyidik masih menelusuri bagaimana transaksi pembelian dilakukan, siapa yang terlibat, serta bagaimana kendaraan tersebut berpindah kepemilikan hingga akhirnya disebut telah dijual pada Agustus 2025.
Dalam proses hukum yang masih berjalan, seluruh informasi yang muncul perlu dilihat sebagai bagian dari penyidikan dan belum dapat disimpulkan sebagai bukti final mengenai keterlibatan seseorang dalam tindak pidana.
KPK diharapkan dapat mengungkap perkara tersebut secara menyeluruh berdasarkan bukti yang dimiliki. Perkembangan berikutnya akan menentukan apakah penelusuran aset, termasuk mobil Volvo, memiliki hubungan langsung dengan perkara dugaan korupsi dana iklan Bank BJB atau tidak.
Untuk saat ini, fokus penyidik adalah mengumpulkan keterangan dan bukti sebanyak mungkin guna memperjelas konstruksi perkara. Pemeriksaan saksi, penelusuran aset, serta pendalaman transaksi menjadi bagian dari upaya tersebut.
Kesimpulan
Perhatian KPK terhadap mobil Volvo yang pernah digunakan dalam pelantikan Pj Gubernur Jawa Barat merupakan bagian dari penelusuran aset dalam perkara dugaan korupsi dana iklan Bank BJB periode 2021–2023.
KPK masih mendalami asal-usul, transaksi pembelian, serta riwayat kendaraan tersebut, termasuk informasi bahwa mobil itu telah dijual kembali pada Agustus 2025. Pemeriksaan terhadap Erwin Muniruzaman menjadi salah satu langkah penyidik untuk memperoleh informasi lebih lengkap mengenai kendaraan tersebut.
Hingga tahap ini, pendalaman terhadap mobil Volvo tidak dapat langsung dimaknai sebagai bukti bahwa Ridwan Kamil terlibat dalam tindak pidana. KPK masih melakukan penyidikan dan harus menguji seluruh informasi berdasarkan alat bukti yang sah.
