Hakikat Orang Sabar

Notification

×

Iklan

Iklan

Hakikat Orang Sabar

Senin, 10 Mei 2021 | 05:22 WIB Last Updated 2022-09-12T03:53:11Z

Sabar memiliki keutamaan bagi hidup kita. Allah menjadikan sabar sebagai kekuatan dahsyat, senjata yang tepat sasaran, tentara kuat tak terkalahkan, dan penjaga yang tak pernah tertidur. Sabar dan kemenangan dalam hidup merupakan saudara kandung, yang tak dapat dipisahkan. Kemenangan hidup hanya dapat diraih orang yang sabar.

Allah banyak memuji orang-orang sabar, lalu memberikan pahala tanpa batas kepdanya. Bahwa orang sabat akan memasuki surge, tanpa melalui hisab terlebih dahulu. Betapa beruntungnya orang-orang sabar karena mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat.

Bergembiralah karena orang sabar akan memperoleh kenikmatan lahir dan bathin. Dan, Allah menempatkan mereka sebagai imam dalam Islam, karena kesabaran dan keyakinan yang dimiliki. Allah Swt., berfirman, “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan mereka meyakini ayat-ayat kami.” (QS. As-Sajadah [32]: 24).

Orang-orang yang bersabar pun akan mendapatkan kemenangan berupa surga dan diselamatkan dari api neraka. Allah Swt berfirman, “Katakanlah Hai hamba-hamba-Ku bertakwalah kepada Tuhanmu. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allahitu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”(QS. Az Zumar [39]: 10).

Jaminan surga bagi orang yang bersabar pun bisa ditemukan pada Quran Surah Al-Insan [76], ayat 12, “Dan Dia memberikan balasan kepada mereka karena kesabaran mereka dengan surga dan pakaian sutera.” Orang yang bersabar pun akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Selain itu, mereka akan mendapatkan penjagaan dari Allah. “Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami. Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri.” (QS. Ath-Thur [52]:48).

Hebatnya dalam sebuah keterangan, bahwa orang yang buta jika bersabar saat penglihatannya diambil, maka ia akan dijanjikan balasan surga. Rasulullah Saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah berfirman, “Apabila Aku menguji hamba-Ku dengan dua kekasihnya (kedua matanya), kemudian ia bersabar, niscaya Aku menggantikan keduanya (kedua matanya) dengan surga.” (HR. Bukhari).

Dikisahkan pada masa Bani Israil ada tiga orang, seorang yang berkepala botak, ada yang punya penyakit kulit dan seorang yang buta. Setelah ketiganya diuji dengan penyakitnya mereka menjadi sembuh dan diberikan kembali nikmat harta berupa hewan ternak. Tetapi dari ketiganya hanya seorang yang bersyukur setelah menjalani kesabaran selama sakitnya. Itulah seorang yang buta.

Kisah di atas terdpapat di dalam hadis berikut, “Kemudian malaikat tadi mendatangi orang yang sebelumnya buta, dengan menyerupai keadaannya dulu (di saat ia masih buta), dan berkata kepadanya, “Aku adalah orang yang miskin, kehabisan bekal dalam perjalanan, dan telah terputus segala jalan bagiku (untuk mencari rezeki) dalam perjalananku ini, sehingga aku tidak dapat lagi meneruskan perjalananku hari ini, kecuali dengan pertolongan Allah kemudian pertolongan Anda. Demi Allah yang telah mengembalikan penglihatanmu, aku minta seekor kambing saja untuk bekal melanjutkan perjalananku. Maka orang itu menjawab, “Sungguh aku dulunya buta, lalu Allah mengembalikan penglihatanku. Maka ambillah apa yang kamu sukai, dan tinggalkan apa yang tidak kamu sukai. Demi Allah, sekarang ini aku tidak akan mempersulitmu dengan memintamu mengembalikan sesuatu yang telah kamu ambil karena Allah.” Maka malaikat tadi berkata, “Peganglah kekayaanmu, karena sesungguhnya kalian ini hanya diuji oleh Allah. Allah telah ridha kepadamu, dan murka kepada kedua temanmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai. Ketika kita mampu bersabar, dengan itulah kita akan menuai surga-Nya. Sabar dan cinta tak pernah bisa terpisahkan. Orang-orang yang mengenal hakikat cinta pada Allah, niscaya mereka akan mampu bersabar. Kesulitan hidup, kesusahan, kesedihan, kesengsaraan, musibah dan tantangan akan dipandangnya sebagai ujian yang harus dilalui dan itu merupakan bentuk kasih sayang dari Allah.

Orang yang mengenal Allah dengan begitu dalam, mereka tak merasa khawatir dan takut ketika menghadapi kepahitan dan kegetiran hidup. Hal ini dikarenakan pandangannya tercerahkan dan ia akan mendapatkan rahmat dan ridha Allah, sehingga pintu surga akan selalu terbuka. Sebagai karunia dari Allah yang Maha Pemilik segala sesuatu.