Bertani Umbi Porang 3 Tahun, Yoyok Bisa Beli Mobil

Notification

×

Iklan

Iklan

Bertani Umbi Porang 3 Tahun, Yoyok Bisa Beli Mobil

Jumat, 20 Agustus 2021 | 09:23 WIB Last Updated 2021-09-12T06:06:29Z


NUBANDUNG
- Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdialog dengan sejumlah perwakilan petani porang di Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur. Mereka membahas soal prospek tanaman porang di Indonesia.


Salah satu petani Yoyok Triyono mengatakan tanaman porang sedang naik daun. Dengan demikian, porang berhasil menarik perhatian anak-anak muda di Madiun.


"Petani milenial, petani muda di desa kami, mungkin di wilayah Madiun. Kalau zaman dulu lulus sekolah cari kerja di kota. Kalau sekarang tidak pak, lulus sekolah jadi petani porang. Tiga tahun berjuang bertani porang, setelah tiga tahun bawa pulang mobil," ungkap Yoyok kepada Jokowi, Kamis (19/8/2021).


Yoyok mengaku baru mulai menanam porang pada 2010 lalu. Awalnya, ia hanya mempunyai lahan warisan dari sang ayah seluas 0,3 ha.


Namun, sekarang luas lahan Yoyok bertambah menjadi 3 ha. Menurut Yoyok, porang menjadi komoditas yang menjanjikan dan cukup mudah ditanam.


"Alhamdulillah 2020 Bapak Menteri sudah melepas varietas Madiun 1 dan penangkarnya kami semua pak. Jadi berbudidaya tanaman porang tanam sekali, bisa dipanen tahun kedua atau tahun ketiga. Setelah itu bertahap setiap tahun harus tanam lagi," jelas Yoyok.


Sementara, petani lain bernama Warsito bercerita bahwa 1 ha lahan bisa menghasilkan 15 ton hingga 20 ton umbi porang. Hal ini bisa terjadi dalam rentang waktu tanam delapan bulan.


Jokowi pun bertanya berapa pendapatan yang dikantongi dari 15 ton-20 ton umbi porang tersebut kepada Warsito.


"Kurang lebih sekitar Rp35 juta-Rp40 juta," jawab Warsito kepada Jokowi.


Sementara, Jokowi mengatakan porang sebagai produk yang menjanjikan dan memiliki masa depan cerah. Ia menitipkan pesan ke petani muda agar tak hanya mengerjakan di lahan pertaniannya saja, tapi juga bisa mengolahnya hingga pasca panen.


Ia juga mendorong agar petani bisa mengolah umbi porang menjadi barang jadi, seperti keripik. Hal ini agar ada nilai tambah dari tanaman porang setelah panen.


"Saya kira proses-proses seperti itu yang pemerintah inginkan. Jangan sampai nanti yang mengolah itu di Jepang, atau di China, atau di Korea Selatan, atau di Eropa, nggak," ujar Jokowi.


Jokowi meminta tanaman porang diolah sepenuhnya di Indonesia. Dengan begitu, ada proses hilirisasi dan industrialisasi tanaman porang berjalan dengan baik.


"Sehingga nilai tambah betul-betul ada di dalam negeri," jelas Jokowi.


Porang, Umbi Kualitas Impor


Presiden Joko Widodo (Jokowi) melihat potensi ekonomi dari komoditas porang dan meminta Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo serius mengembangkan komoditas tersebut karena diprediksi akan menjadi makanan sehat masa depan.


Jokowi juga berharap Indonesia bisa menjadi eksportir porang dalam bentuk setengah jadi atau jadi, bukan mentah. Misalnya, tepung dan beras berbahan dasar porang.


Dikutip dari berbagai sumber, porang adalah tanaman jenis umbi-umbian yang memiliki nama latin Amorphophallus muelleri Bl. Di beberapa daerah, porang dikenal dengan nama iles-iles. Sama seperti umbi lainnya, porang juga dapat dikonsumsi.


Selain bermanfaat untuk kesehatan, porang juga bisa diolah menjadi produk lain yang menghasilkan nilai tambah (value added) secara ekonomi.


Misalnya, porang menjadi bahan baku tepung konjac atau konyaku. Tepung ini biasanya diolah kembali menjadi mie shirataki oleh masyarakat Jepang. Dengan potensinya itu, maka porang bisa menjadi salah satu komoditas ekspor ke Negeri Sakura.


Sementara itu, dilansir dari laman Kementerian Pertanian, porang mengandung glucomannan yang merupakan serat alami serta larut dalam air. Glucomannan ini biasa digunakan sebagai aditif makanan sebagai emulsifier dan pengental atau pengganti agar-agar.


Bahkan, dapat digunakan sebagai bahan pembuatan lem ramah lingkungan dan pembuatan komponen pesawat terbang.


Berdasarkan data otomasi Indonesia Quarantine Full Automation System (IQFAST) Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian, volume ekspor porang pada semester I 2020 lalu mencapai 14,8 ribu ton.


Angkanya naik 9.000 ton atau 160 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Negara tujuan ekspor porang antara lain China, Vietnam dan Thailand.


Kementerian Pertanian menyatakan peningkatan ekspor ini menjadi salah satu yang penyumbang kenaikan ekspor pertanian nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor pertanian naik 9,6 persen pada Januari hingga Juni 2020 dibanding periode yang sama pada 2019.