Webinar Moderasi Beragama, Prof. Afif Muhammad: Jadilah Ummatan Wasathan di Era Globalisasi

Notification

×

Iklan

Iklan

Webinar Moderasi Beragama, Prof. Afif Muhammad: Jadilah Ummatan Wasathan di Era Globalisasi

Minggu, 26 September 2021 | 14:38 WIB Last Updated 2021-09-26T07:38:48Z


NUBANDUNG
- Upaya penyamaan persepsi tentang moderasi beragama Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar webinar Moderasi Beragama bertajuk “Menjadi Ummatan Wasathan di Era Globalisasi” untuk mahasiswa secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Sabtu (25/09/2021).


Prof. Dr. Afif Muhammad, MA., Guru Besar Fakultas Ushuluddin, yang juga Dewan Pakar Rumah Moderasi Beragama UIN Sunan Gunung Djati Bandung tampil menjadi narasumber yang dipandu oleh Ayuni Adawiyah, M. Si., Dosen Jurusan Biologi.


Dekan FST, Dr. Hj. Hasniah Aliah, M.Si. menyampaikan moderasi agama adalah bagaimana agama disikapi, dipahami kepada esensi dan substansi agama itu sendiri. Pemikiran ini penting, khususnya di Indonesia yang memiliki beragam budaya dan agama. Oleh karena itu, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) memandang perlu adanya penyamaan persepsi mengenai moderasi beragama dengan mengadakan webinar Moderasi Beragama yang mengangkat tema menjadi ummatan wasathan di era globalisasi untuk mahasiswa FST.


“Sebelumnya telah dilakukan seminar mengenai moderasi beragama untuk tendik dan dosen dengan tugas khusus. Setelah itu, akan ada webinar moderasi beragama untuk dosen di lingkungan FST,” jelas Dr. Hasniah.


Acara yang diikuti lebih dari 600 peserta ini dihadiri oleh Direktur Eksekutif Rumah Moderasi Beragama, Prof. Dr. Uus Ruswandi, M. Pd. dan Wakil Rektor III Prof. Dr. Ah. Fathonih, M.Ag.


Prof. Uus sangat menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan ini. “FST selalu menjadi yang terdepan dalam menyelenggarakan seminar mengenai moderasi beragama. Kegiatan ini tentu kami sambut baik karena sejalan dengan program kami di Rumah Moderasi Beragama”, ujar Prof. Uus.


Prof. Dr. Afif Muhammad, MA. menyampaikan bahwa moderasi merupakan kunci untuk bisa hidup berdampingan dengan masyarakat yang berbeda suku, agama, dan budaya ini. “Moderasi beragama mengedepankan untuk bersikap adil, sesuai dengan tempatnya, dan tidak melebih-lebihkan, serta tidak perlu mencampuri urusan agama lain,” tegas Prof Afif.


Dengan terselenggaranya webinar ini, diharapkan tercapainya kesepahaman diantara civitas akademik FST mengenai moderasi beragama. “Mahasiswa sebagai agen perubahan, diharapkan dapat menerapkan pemikiran moderasi beragama dalam kesehariannya, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai moderasi beragama,” pungkas Prof Afif.