PeaceGeneration Gelar Training Guru Abad 21, Cegah Tiga Dosa Besar Pendidikan!

Notification

×

Iklan

Iklan

PeaceGeneration Gelar Training Guru Abad 21, Cegah Tiga Dosa Besar Pendidikan!

Minggu, 30 Juli 2023 | 08:38 WIB Last Updated 2023-09-06T06:45:29Z


NUBANDUNG.ID, Bandung
- Sebanyak 66 guru dari sejumlah sekolah di Bandung, Jawa Barat mengikuti Training Guru Abad 21 (TGA) yang digelar PeaceGeneration PeaceGen) lewat program JISRA, yang merupakan rangkaian dari program Guru Masagi Abad 21. 


Sebelumnya, semua guru dari 10 sekolah mitra telah mendapatkan pembekalan mengenai tiga dosa besar pendidikan melalui training general orientation. Sebanyak 86 guru mata pelajaran PAI, PAK, BK, dan PPKn dari 10 sekolah mitra, termasuk SMAN 4 Bandung, SMK Gema Nusantara 5, SMAN 14 Bandung, SMK Pusdikhubad Cimahi, SMAN 4 Cimahi, SMA PGRI Cicalengka, SMA Pelita Fajar, SMKN 1 Cimahi, SMAN 1 Bandung, dan SMAN 3 Bandung, berpartisipasi dalam pelatihan tersebut. 


Tujuan diselenggarakannya pelatihan itu untuk membekali guru dengan keterampilan yang harus dikuasai oleh Guru Abad 21 serta keterampilan dalam mencegah perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi melalui kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran yang relevan di kelas.  


Dalam pelatihan ini, para guru diberikan pemahaman yang mendalam tentang prinsip interaksi antara guru dan siswa yang mempromosikan kesetaraan gender dan perlindungan hak anak di lingkungan sekolah. Salah satu strategi pembelajaran yang diterapkan adalah metode ARKA, sebuah pendekatan pembelajaran interaktif yang mendukung upaya pencegahan perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi. 


“Melalui metode ARKA kami diajarkan bagaimana mengajar secara terstruktur, ada urutannya. Jadi, diharapkan di dalam kelas pun para peserta didik tidak merasa bosan dengan permainan, ice breaking, dan sebagainya. Metode ini bisa kami terapkan untuk kemajuan sekolah dan siswa,”, ujar Agatha Trimansih, Guru Agama Katolik SMA Pelita Fajar.


Selama pelatihan, para guru melakukan simulasi microteaching untuk mempraktikkan metode pembelajaran yang telah dipelajari. Guru yang memiliki peran strategis sebagai aktor utama dalam upaya pencegahan tiga dosa besar pendidikan ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi siswa. 


"Penting bagi para guru untuk memiliki pemahaman dan keterampilan yang kuat dalam menghadapi tantangan di dunia pendidikan saat ini. Melalui Training Guru Abad 21, kami memberi pemahaman dan keterampilan ini kepada guru-guru agar mereka menjadi agen perubahan yang kuat, menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inspiratif bagi siswa, serta meningkatkan kesadaran akan menghormati hak-hak orang lain dan menghargai keberagaman”, ujar Suka Pandia, Learning Coordinator PeaceGeneration.  


Berdasarkan survei yang dilakukan pada akhir pelatihan, menunjukkan, para guru merasa puas dengan pelaksanaan kegiatan ini. Para guru mengaku mendapatkan pengalaman baru dan keterampilan yang berharga dalam menghadapi tantangan di dunia pendidikan saat ini.  


“Pelatihan ini sangat berkesan sekali, beberapa manfaat yang berharga tentunya didapatkan oleh saya pribadi serta rekan-rekan yang lainnya,” ujar Jajang Eris Hermana, Guru PAI dan Budi Pekerti SMAN 4 Bandung. 


Program Guru Masagi Abad 21 merupakan inisiatif PeaceGen melalui program JISRA untuk membantu sekolah dalam pencegahan perundungan, kekerasan seksual, intoleransi, dan penguatan Profil Pelajar Pancasila.  


Program itu menjadi langkah konkret dalam mendukung upaya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam mengatasi tiga dosa besar yang masih ada di dunia pendidikan.  PeaceGen bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jabar Masagi, dan Mensen met een missie (MM) untuk mengembangkan program ini. 


Program Guru Masagi Abad 21 juga melibatkan pengembangan bahan ajar dan media pembelajaran yang terintegrasi dengan mata pelajaran PAI, PAK, BK, dan PPKn, serta penguatan P5 Profil Pelajar Pancasila di sekolah.***