Mencipta Bahagia Berkeluarga

Notification

×

Iklan

Iklan

Mencipta Bahagia Berkeluarga

Sabtu, 12 Agustus 2023 | 09:50 WIB Last Updated 2023-08-12T02:50:22Z


Oleh: RIFQI M KHAIRUMAN


NUBANDUNG.ID - Bahagia dalam rumah tangga yang hakiki dimulai dari kebahagiaan setiap individu secara bersama-sama. Inti kehidupan yang membahagiakan ialah menjalani kehidupan dengan penuh cinta. 


Karena, dengan cintalah lahir semangat untuk terus menjalani kehidupan meskipun serbakesulitan.


Artinya, inti kebahagiaan terletak pada memahami bahwa kesenangan bukan hanya kenikmatan-kenikmatan material, melainkan lebih dari itu. Kebahagiaan ialah bermuaranya semua kenikmatan; material, psikis, sosial, dan spiritual. 


Ketika di dalam benak tersimpan pemahaman bahwa kebahagiaan ialah terpenuhinya kenikmatan material, itu akan membahayakan bangunan rumah tangga dalam keluarga di negeri ini. Kebahagiaan dalam rumah tangga yang hakiki dimulai dari kebahagiaan setiap individu secara bersama-sama.


Ada enam langkah yang harus kita lakukan agar diberikan kebahagiaan dalam rumah tangga, sehingga hidup dipenuhi berkah dan kebahagiaan lahir-batin. Keenam langkah itu, yakni sebagai berikut:


Pertama, benahi niat (ishlahun niyat). 


Menikah merupakan salah satu ibadah maka niatkanlah semuanya dalam rangka beribadah pada Allah. Pilihlah agamanya, bukan harta, apalagi berdasarkan rupa sesuai dengan firman Allah SWT dalam surah an-Nur ayat 32.


Kedua, terbukalah dan jujur (musharahah). 


Menikah itu untuk mencipta kebahagiaan dan hanya orang yang terbuka hatinya yang selalu merasa bahagia. Mengapa? Sebab, saling terbuka dan jujur dalam bangunan rumah tangga dapat memupuk kepercayaan, menguatkan kesetiaan, dan membentuk rasa saling mengenal satu sama lain.


Ketiga, hormati pasangan, hargai perbedaan (tasamuh). 


Perbedaan pasti akan hadir saat kita mejalani aktivitas membina rumah tangga. Karena itu, perbedaan menghadirkan rasa bahagia pada pasangan, kita harus selalu menghormati setiap perbedaan dan menghargai keunikan pribadi masing-masing. Kita harus saling memaafkan setiap kesalahan, menerima setiap kekurangan, dan bersyukur atas kelebihan yang dimiliki pasangan. 


Keempat, santunlah pada pasangan, lancarkan komunikasi Anda. 


Komunikasi sangat penting karena dengannya dapat meningkatkan sikap saling cinta antarpasangan. Komunikasi juga mampu menghindarkan diri dari terjadinya kesalahpahaman. Rahasia hubungan tetap harmonis terletak pada komunikasi yang tetap terjaga dan tidak pernah putus. 


Kelima, bersabar saat sulit dan bersyukur saat dimudahkan. 


Ujian berumah tangga harus disikapi dengan penuh kelegawaan hati agar kesulitan tak menjadi musibah, tapi menjadi berkah untuk kebahagiaan hidup.


Sementara, rasa syukur atas rezeki yang Allah berikan kepada kita harus selalu sering kita ungkapkan. Dan bila kita sering bersyukur maka Allah akan melebihkan nikmat-Nya lagi untuk kita. (QS Ibrahim: 7).


Keenam, kuatkan pula hubungan kita dengan Allah melalui ibadah. 


Kedekatan kita dengan Allah bisa dimulai dengan membiasakan dalam keluarga untuk melaksanakan ibadah nafilah secara bertahap, seperti tilawah, shaum, Tahajud, Dhuha, doa, infak, dan sebagainnya. Tanpa adanya kedekatan dengan Allah, mustahil seseorang dapat mewujudkan kehidupan rumah tangga yang bahagia. 


Intinya ialah kedekatan kita dengan Allah sangat berperan dalam menciptakan kebahagiaan hidup saat mengarungi biduk rumah tangga ini. (QS ar-Rad’u: 28).***