Biografi Ridwan Kamil, Gubernur Jabar dengan Segudang Inspirasi

Notification

×

Iklan

Iklan

Biografi Ridwan Kamil, Gubernur Jabar dengan Segudang Inspirasi

Rabu, 06 September 2023 | 10:45 WIB Last Updated 2023-09-06T06:58:34Z


NUBANDUNG.ID
– Dr. H. Mochamad Ridwan Kamil, S. T., M. U. D merupakan seorang arsitek dan sekaligus politikus dari Indonesia. Ridwan Kamil saat ini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat sejak tanggal 5 September 2018. 


Lalu seperti apa kisah Ridwan Kamil semasa kecilnya yang kerap dipanggil dengan sebutan Kang Emil ini sampai bisa menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat. Berikut kisah Kang Emil kecil serta pengalamannya di dunia politik di Indonesia.


Masa kecil


Ridwan Kamil yang memiliki nama lengkap Mochamad Ridwan Kamil ini lahir di Bandung, Jawa Barat 50 tahun lalu tepatnya pada tanggal 4 Oktober 1971. Ayah Ridwan Kamil bernama Dr. Atje Misbach Muhjiddin, S.H. yang berprofesi sebagai Doktor dan juga dosen Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran.


Ayah Ridwan Kamil merupakan keturunan dari kyai Muhyidin atau yang dikenal Mama Pagelaran yang merupakan pendiri tiga pesantren di Sumedang dan Subang, Jawa Barat. Ibu Ridwan Kamil bernama Tjutju Sukaesih. Ridwan Kamil adalah anak kedua dari lima bersaudara.


Ridwan Kamil dikenal sebagai anak yang cerdas dan aktif sedari kecil. Ridwan Kamil merupakan sosok yang pekerja keras dan juga pantang menyerah. Ridwan Kamil kecil sudah jago dalam menjual es mambo buatan tangannya sendiri. Hasil dari berjualan es mambo juga mendapatkan untuk yang cukup besar. Ridwan Kamil menghabiskan masa kanak-kanak sampai mudanya di kota Bandung.


Tahun 1978 Ridwan Kamil memasuki sekolah dasar di SDN Banjarmasin III Bandung. Lalu pada sekolah menengah pertama, Ridwan Kamil bersekolah di SMP Negeri 2 Bandung pada tahun 1984. Kemudian, Beliau melanjutkan sekolah akhirnya di SMA Negeri 3 Bandung pada tahun 1987.


Setelah lulus sekolah pada tahun 1990 Ridwan Kamil mengambil kuliah strata 1 atau S-1 di Fakultas Teknik Arsitektur, Institut Teknologi Bandung dan berhasil lulus pada tahun 1995. Sejak kuliah Ridwan Kamil dikenal aktif di berbagai kegiatan baik kelompok-kelompok mahasiswa maupun unit kegiatan seni di kampusnya, ITB. Saat kuliah Ridwan Kamil pun sudah hidup mandiri.


Ridwan Kamil mengakhiri masa lajangnya dengan menikahi seorang gadis yang bernama Atalia Praratya Kamil. Pernikahan keduanya dilaksanakan pada tahun 1996. Kini Ridwan Kamil dan Atalia sudah memiliki tiga orang anak yang bernama Emmiril Khan Mumtadz, Camillia Laetitia Azzahra dan Arkana Aidan Misbach.


Empat tahun setelahnya, Ridwan Kamil mengambil dan melanjutkan studi Master nya di Master of Urban Design, University Of California, Berkeley tahun 1999 sampai 2001. Ridwan Kamil juga melanjutkan kuliah Doktornya dengan mengambil Doktor Honoris Causa, Dong-a University tahun 2019.


Karir Sebagai Arsitek


Ridwan Kamil atau kerap disapa dengan sebutan Kang Emil ini memiliki karir sebagai seorang arsitek yang juga merangkap sebagai dosen tidak tetap di Institut Teknologi Bandung atau ITB sebelum pada akhirnya menjabat sebagai seorang Gubernur Jawa Barat.


Pada tahun 1995 Kang Emil mendapatkan gelarnya sebagai Sarjana, lalu Kang Emil memulai karirnya di Amerika Serikat. Tetapi karirnya hanya berkisar sekitar empat bulan saja, pada akhirnya Kang Emil berhenti kerja yang terjadi karena terkena dampak dari krisis moneter yang melanda Negara Indonesia pada saat itu. 


Namun, Kang Emil tidak langsung berniat untuk pulang ke negara asalnya, Beliau memilih untuk tetap bertahan di Amerika Serikat sebelum mendapatkan beasiswa di University of California, Berkeley.


Setelah mendapatkan kesempatan kuliah gratis, Kang Emil mengambil kesempatan kuliah di Universitas tersebut. Kang Emil juga mengambil pekerjaan paruh waktu sembari kuliah, Kang Emil sempat bekerja paruh waktu di Departemen Perencanaan Kota Berkeley. 


Pada tahun 1999 setelah Kang Emil lulus dari S-2 University of California, Berkeley, Kang Emil melanjutkan pekerjaan dengan profesional sebagai seorang arsitek di berbagai firma yang bertempat di negara Amerika Serikat.


Tahun 2002 Ridwan Kamil kembali pulang ke negara Indonesia dan dua tahun setelah kepulangannya Kang Emil mendirikan Urbane pada bulan bulan Juli tahun 2004 dengan teman-temannya, seperti Achmad D. Tardiyana, Reza Nurtjahja dan Irvan W. Darwis. 


Urbane merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa konsultan perencanaan, arsitektur dan juga desain. Tim Urbane terdiri dari para profesional muda yang kreatif dan memiliki pikir yang idealis untuk mencari serta menciptakan solusi mengenai masalah desain lingkungan dan perkotaan.


Urbane juga memiliki proyek berbasis Komunitas dalam Urbane Projek Komunitas di mana visi dan misinya adalah untuk membantu orang-orang dalam sebuah komunitas perkotaan serta untuk memberikan donasi dan keahlian-keahlian dalam meningkatkan daerah di sekitarnya. 


Urbane telah mendapatkan banyak anugerah penghargaan dari media internasional seperti BCI Asia Awards tiga tahun berturut-turut, dari tahun 2008, 2009 dan 2010 dan juga BCI Green Award pada tahun 2009 atas projek desain Rumah Botol yaitu pendauran dari botol bekas.


Urbane juga sering mengikuti kompetisi di bidang desain arsitektur tingkat nasional, seperti Juara satu kompetisi desain Museum Tsunami di Nanggroe Aceh Darussalam pada tahun 2007, mendapatkan Juara satu kompetisi desain kampus 1 Universitas Tarumanegara tahun 2007, Juara satu Kompetisi desain Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Indonesia tahun 2009, Juara satu kompetisi desain Sanggar Nagari di Kota Baru Parahyangan di Kabupaten Bandung Barat dan juara satu kompetisi desain Pusat Seni di Universitas Indonesia tahun 2009.


Hingga kini Kang Emil aktif menjabat sebagai Prinsipal di PT. Urbane Indonesia, menjabat sebagai Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung, dan juga sebagai Senior Urban Design Consultant SOM, EDAW atau Hong Kong dan San Francisco, serta SAA atau Singapura.


Berkat karir Ridwan Kamil yang menjadi seorang dosen di Institut Pertanian Bogor membuatnya semakin dikenal di kota Bandung. Ridwan Kamil juga dikenal sebagai pribadi yang memiliki kepribadian kepedulian yang kuat tentang kemajuan di kotanya itu, yaitu kota Bandung.


Selain itu Ridwan Kamil juga beberapa kali tampil di film Indonesia loh Grameds! Ridwan Kamil tampil sebagai cameo atau munculnya seseorang yang terkenal di film, teater, video dan televisi. 


Ridwan Kamil tampil dalam beberapa judul film dan juga sinetron, diantaranya: Film Demi Ucok pada tahun 2013, Hijabers In Love pada tahun 2014, Sinetron Preman Pensiun pada tahun 2015, Film The Wedding dan Bebek Betutu pada tahun 2015, Film Total Chaos pada tahun 2017, Film Dilan 1990 pada tahun 2017 dan tahun 2018, Dilan 1991 pada tahun 2019, Film Serendipity pada tahun 2018, Film Yowis Ben 2 pada tahun 2019, Film Mangga Muda pada tahun 2020, dan menjadi pengisi suara untuk Film Riki Rhino pada tahun 2020.


Karir Sebagai Walikota Bandung


Tahun 2013 Ridwan Kamil dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerakan Indonesia Raya sebagai walikota Bandung. Ridwan Kamil menggandeng Oded Muhammad Danial sebagai calon wakil walikota. 


Dalam rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung pada tanggal 28 Juni 2013, Ridwan Kamil dan Oded Muhammad Danial unggul telak dari tujuh pasangan lainnya dengan meraih suara sebanyak 45,24% dan menjadikan keduanya pemenang.


Pada tanggal 16 September 2013, Ridwan Kamil dan Oded Muhammad Danial resmi dilantik menjadi Walikota dan Wakil Walikota Bandung periode 2013 sampai 2018. Salah satu program kerjanya yaitu dengan membuat Bandung Command Center, yaitu sebuah pusat kendali Kota Bandung, dengan didukung oleh GPS tracking dan CCTV di berbagai tempat untuk memantau kondisi Kota Bandung, selain itu berguna dalam rangka mewujudkan kota Bandung yang cerdas.


Pada tanggal 4 Februari 2017 Ridwan Kamil meresmikan jembatan pejalan kaki dari Cihampelas ke Tamansari yang diberi nama Teras Cihampelas, tujuan adanya jembatan ini untuk mengatasi kemacetan di Jalan Cihampelas. Jembatan Teras Cihampelas dibangun dengan anggaran Rp 45 miliar. 


Teras Cihampelas memiliki panjang 450 m, yang terbagi menjadi tiga zona, yaitu kuliner, souvenir dan taman serta mampu menampung 180 pedagang. Bahkan untuk kendaraan juga dapat diparkir di Tamansari.


Pemilihan umum Gubernur Jawa Barat tahun 2018 yang dilaksanakan pada 27 Juli 2018, Ridwan Kamil diusung sebagai calon Gubernur. Ridwan Kamil menggandeng Uu Ruzhanul Ulum sebagai wakilnya oleh PPP, PKB, Partai Nasdem dan Partai Hanura. Jadwal pemilihan pada periode ini sempat dimundurkan, yaitu pada 24 Februari hal ini karena mengikuti jadwal pemilihan kepala daerah serentak gelombang ketiga pada bulan Juni tahun 2018.


Berdasarkan peraturan yang berlaku, hanya partai politik yang memiliki 20 kursi atau lebih di DPRD Jawa Barat yang bisa mengajukan sebagai kandidatnya. Sedangkan partai politik yang memiliki kursi kurang dapat mengajukan calon hanya apabila telah memperoleh dukungan dari partai politik lainnya.


Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum menjadi pasangan pertama calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang mendaftar ke KPUD Jawa Barat. Dan KPU menetapkan pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat pada tanggal 12 Februari 2018.


Komisi Pemilihan Umum atau KPU Provinsi Jawa Barat secara resmi menetapkan Ridwan Kamil dan UU Ruzhanul Ulum sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Jawa Barat pada periode 2018 sampai 2023. Hal itu diungkapkan dalam rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon terpilih pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat pada tahun 2018 beralamatkan di Kantor KPU Jawa Barat, Jalan Garut.


Ketua KPU Jawa Barat, Yayat Hidayat mengatakan dalam pidatonya bahwa, berdasarkan keputusan KPU Jawa Barat No. 145 Tahun 2018 tentang Penetapan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pilgub Jawa Barat 2018, menetapkan hasil bahwa pasangan nomor urut 1. Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum mendapatkan suara terbanyak sebesar 32,88% atau 7.226.254 suara. ***(Yufi Cantika Sukma Ilahiah/gramedia.com)