Rumah Tahfizh Nurul Qur'an: Ikon Baru MAN 2 Kota Bandung

Notification

×

Rumah Tahfizh Nurul Qur'an: Ikon Baru MAN 2 Kota Bandung

Minggu, 15 Februari 2026 | 09:20 WIB Last Updated 2026-02-15T02:44:15Z

 


NUBANDUNG.ID -- Setelah penantian panjang hampir sewindu, MAN 2 Kota Bandung akhirnya memiliki Rumah Tahfizh. Kehadiran Rumah Tahfizh Nurul Qur’an menjadi tonggak baru dalam penguatan karakter religius dan pembinaan generasi Qurani di lingkungan madrasah.

Bangunan dua lantai yang berdiri kokoh dan megah ini diperuntukkan bagi para siswa dan siswi penghafal Al-Qur’an, rumah bagi kader-kader Qurani dan generasi Rabbani yang memiliki minat serta azam kuat untuk menapaki jalan tahfidz secara lebih terarah dan intensif.

Peresmian Rumah Tahfizh Nurul Qur’an dilaksanakan pada Jumat, 30 Januari 2026, bertepatan dengan momentum Tarhib Ramadhan 1447 H. Launching ditandai dengan serah terima kunci dari Ketua Komite, Dr. H. Mas’an Hardana, M.M.Pd., kepada Kepala MAN 2 Kota Bandung, Dr. H. Awaluddin Hamzah, M.Ag.

Dalam sambutannya, Ketua Komite menegaskan bahwa pembangunan Rumah Tahfidz merupakan wujud nyata eksistensi dan partisipasi murni para orang tua siswa yang dikoordinasikan oleh pengurus komite. Gagasan yang telah dirintis sejak 2019 itu akhirnya terwujud pada 2026 dengan total pembiayaan tidak kurang dari Rp800 juta.

Di hadapan para siswa, Mas’an Hardana berpesan agar kabar baik ini disampaikan kepada orang tua bahwa Rumah Tahfizh telah berdiri dan siap dimanfaatkan oleh para calon hafiz dan hafizah. Ia berharap para penghuninya kelak mampu bersinar dan menyinari MAN 2 Kota Bandung, serta berkhidmat bagi kemajuan umat dan bangsa Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Madrasah menyampaikan bahwa salah satu jalur masuk ke MAN 2 Kota Bandung adalah jalur prestasi tahfidz, yang setiap tahun peminatnya terus meningkat. Namun, selama ini pembinaan hafalan belum dapat dilakukan secara maksimal karena keterbatasan sarana dan prasarana.

“Hadirnya Rumah Tahfizh Nurul Qur’an insya Allah menjadi jawaban atas kendala tersebut,” ujarnya. Ia pun mengajak para lulusan SMP dan MTs yang telah memiliki bekal hafalan Al-Qur’an untuk melanjutkan pendidikan di MAN 2 Kota Bandung dan mengembangkan potensinya secara optimal.

Kepala Seksi Madrasah Kemenag Kota Bandung, Dr. H. Ayi Zaenal Abidin, yang turut hadir dalam peresmian tersebut, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada seluruh civitas MAN 2 Kota Bandung, khususnya pengurus komite dan para orang tua siswa. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi antara masyarakat dan madrasah di tengah keterbatasan anggaran pemerintah.


Ia menilai, kehadiran Rumah Tahfizh semakin meneguhkan posisi MAN 2 Kota Bandung sebagai madrasah percontohan dan favorit di Jawa Barat, bahkan tingkat nasional. Lebih dari itu, Rumah Tahfizh merupakan implementasi nyata dari “kurikulum cinta”: cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, serta cinta kepada Al-Qur’an.

Ketua Komite juga menjelaskan bahwa pembangunan Rumah Tahfizh tidak dimulai dari nol. Komite membeli rumah warga yang berada tepat di sisi lingkungan madrasah, kemudian melakukan pembayaran secara bertahap sesuai kemampuan. Setelah itu, dilakukan renovasi dan pembukaan akses jalan hingga akhirnya terintegrasi menjadi bagian dari kawasan MAN 2 Kota Bandung.

Di tempat yang sama, Prof. Dr. H. Tajul Arifin, M.A., Guru Besar UIN Sunan Gunung Djati Bandung sekaligus Ketua Pengawas Komite MAN 2 Kota Bandung, menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua, pengurus komite, kepala madrasah, serta para guru yang turut berkontribusi dalam pengadaan sarana dan prasarana, termasuk kebutuhan meubelair dan fasilitas pendukung lainnya.

Menurutnya, setiap kebaikan yang diniatkan untuk memfasilitasi para penghafal Al-Qur’an akan berbuah keberkahan. “Insya Allah, kebaikan ini akan dibalas dengan kemudahan dan keberlimpahan dalam kehidupan,” tutupnya.

Kehadiran Rumah Tahfizh Nurul Qur’an bukan sekadar penambahan gedung, tetapi simbol komitmen bersama dalam melahirkan generasi Qurani yang unggul, berprestasi, dan berakhlak mulia.