Opini dan Hukum

Notification

×

Iklan

Opini dan Hukum

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:32 WIB Last Updated 2026-06-21T14:32:00Z



NUBANDUNG.ID -- Mengapa banyak kritikus pemberani atau penyuara keadilan yang diidolakan malah kalah di pengadilan atau jadi tersangka bahkan dipenjara? Apakah hukum tidak adil?


Di ruang publik, seseorang bisa kuat karena banyak pengikut, argumentasi meyakinkan, retorika tajam, dukungan massa.


Tapi begitu masuk pengadilan, ukuran berubah jadi: alat bukti, saksi ahli, metodologi pembuktian, hubungan sebab-akibat hukum.


Media sosial memakai logika persuasi. Pengadilan memakai logika verifikasi.


Disini banyak aktivis atau intelektual sering terjebak. Marasa menang di opini publik, tapi belum tentu kuat secara hukum atau kalah di pengadilan.***


Moeflich Hasbullah Dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Gunung Djati Bandung