Filosofi Bergerak Bersama untuk Rakyat

Notification

×

Iklan

Iklan

Filosofi Bergerak Bersama untuk Rakyat

Kamis, 08 Februari 2018 | 00:23 WIB Last Updated 2022-09-09T01:43:12Z
KITA dilahirkan untuk mewujudkan filosofi hidup selalu bergerak demi perubahan. Kalimat “harus bekerja keras”, yang menjadi visi kerakyatan Pak Jokowi, tentunya mengokohkan rasa bangga dan menguatkan optimisme rakyat untuk tidak tunduk pada keadaan. Optimisme pun menjadi sebuah jalan menciptakan perubahan dalam hidup. Betul, bahwa untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain, kita harus bekerja keras dan bergerak bersama.

Filosofi bergerak, ialah filosofi kerja keras, dimana seluruh aspek dalam diri kita: kognitif, emotif, dan psikomotorik bergerak demi menciptakan Indonesia baru yang hebat. Artinya, semangat kebersamaan, potensi, kreativitas, dan mental kerja kita, harus digunakan untuk menciptakan perubahan positif bagi bangsa dan negara.

Bergerak bersama, dalam konteks kenegaraan, merupakan seni berpolitik yang luhur, karena kesadaran yang tertanam dalam diri kita bukan kesadaran egoistis; tetapi kesadaran ekologis. Kesadaran ini selalu menuntut kita mengoptimalkan setiap sendi potensi dalam diri untuk memberikan sebuah transformasi sosial bagi rakyat dan lingkungan sekitar.

Apalagi dalam konteks keindonesian, tepat rasanya bila Pak Jokowi membahas ikhwal pentingnya bekerja dan bergerak bersama. Bekerja keras, tanpa ditopang dengan kebersamaan, hal ini akan menyebabkan inefisiensi program dan kebijakan yang nanti dikeluarkan pemerintah. Pak Jokowi sadar bahwa kemajuan bangsa terletak di pundaknya, menteri-menterinya dan rakyat Indonesia. Karena itu, ia menyampaikan “kita perlu bergerak bersama.”

Hellmut Wilhelm, salah satu penafsir I Ching dari Barat, mengatakan, “Keadaan diam (nonaksi) yang mutlak merupakan suatu abstraksi yang tak bisa dipahami oleh orang-orang China.” Ini logis karena di dalam filsafat I Ching, sebagai kearifan tua bangsa China, aktivitas (gerak) merupakan aspek esensial dari alam semesta. Betapa tidak, dengan gerakan dan aktivitas yang tidak pernah berhenti, alam semesta sibuk secara terus menerus.

Bergerak ialah ciri dari hasrat dan jiwa anak-anak muda. Dengan selalu bergerak, tukang becak akan dapat mengubah kehidupannya. Dengan bergerak juga, kita dapat menikmati tari jaipongan yang menggairahkan hasrat estetika berkesenian. Bergerak ialah nama lain dari bekerja. Bergerak bersama, posisinya sinonim dengan gerakan dalam shalat yang selalu dinamis, teratur, indah, dan menciptakan semangat hidup.

Akhirul kalam, Pritjof Capra, dalam buku Titik Balik Peradaban (2004), mengatakan, istirahat dan diam (nonaksi) hampir tiada dalam kamus filsafat hidup orang-orang China. Tak heran, jika kini secara ekonomi negeri tirai bambu itu, merupakan sebuah negara maju. Sebab, anak-anak muda dan orangtuanya tidak pernah berhenti bergerak bersama; bekerja keras melakukan sebuah inovasi sehingga produk elektronik China membanjiri negeri kita. ***