Notification

×

Iklan

Iklan

Awug, Kue Khas urang Sunda

Senin, Mei 10, 2021 | 21:15 WIB Last Updated 2021-09-13T15:40:29Z

NUBANDUNG
– Awug adalah kue khas Sunda, berwarna putih bercampur dengan warna cokelat yang berasal dari campuran tepung beras, kelapa, aroma daun pandan, dan gula merah yang dikukus di dalam aseupan (kukusan berbentuk lancip untuk membuat  tumpeng) dengan beralaskan daun pisan.

Dahulu kue tradisional ini biasanya dibuat oleh masyarakat lokal saat panen usai. Namun saat ini awug sudah naik kelas dengan banyak dijajakan di pinggir untuk dijual. Dan banyak masyarakat yang antusias membeli kue manis ini.

Nah di Bandung juga terdapat awug yang sangat terkenal karena kelembutan dan rasa manisnya, yaitu Awug Beras Cibeunying. Makanan yang sudah ada sejak zaman dulu ini banyak penggemarnya, mulai dari anak muda hingga yang sudah lanjut usia.

Sang pemilik, Ajang Muhidin, menjelaskan bahwa awalnya sang nenek sering membuatkan awug ketika panen beras, tetapi tidak pernah dijual dan hanya dinikmati oleh keluarga. Kemudian, ia mencoba berjualan awug dengan resep sang nenek tersebut di Kota Bandung pada 1975.

”Awalnya berasal dari daerah Kabupaten Bandung, di Rancaekek. Pada 1975 saya coba-coba ke Kota Bandung, survei bagaimana kalau jualan awug di sini rame atau tidak? Kemudian pada 1980 akhirnya buka warung Pedagang Kaki Lima (PKL) dekat Apotek Cibeunying,” jelasnya Ajang.

Namun, saat ini tempat berjualannya pun sudah tetap di toko dengan nama “Awug Beras Asli Cibeunying”. Toko ini bisa ditemui di Jalan Jendral Ahmad Yani Nomor 361, Kacapiring, Cibeunying Kidul, Kota Bandung.

Kue tradisional awug memang memiliki rasa yang hampir sama dengan kue putu. Namun, yang berbeda ialah cetakan dan tekstur yang dihasilkan setelah dikukus. Tekstur awug terasa lebih lembut dibandingkan dengan kue putu yang memiliki terkstur lebih kasar.

”Bahan dasarnya hampir sama, yang membedakan berasnya. Kalau awug berasnya harus yang pulen, dalamnya sama ada gula merah,” tuturnya.

Selain awug, di sana juga dijual berbagai macam kue tradisional lainnya, seperti ongol-ongol, lupis, kelepon, onde, naga sari, getuk, dan lainnya.

Saking ramainya, dalam sehari Awug Cibuenying ini bisa menghabiskan beras sebanyak tiga karung atau setara dengan 75 kilogram. Untuk menemuinya kamu bisa datang pada pukul 8.00-21.00 WIB.

Diolah dari Ayobandung.com
X
X