Tutut Mang Oded, Pedasnya Nendang Banget!

Notification

×

Iklan

Iklan

Tutut Mang Oded, Pedasnya Nendang Banget!

Minggu | November 14, 2021 Last Updated 2021-11-14T06:42:06Z

NUBANDUNG
 - Penjual tutut atau keong air tawar semakin sulit ditemui di Jakarta. Oleh karena itu, tak ada salahnya untuk mampir ke Warung Mang Oded saat berlibur ke Bandung, Jawa Barat.

Makanan andalan dari Warung Mang Oded adalah tutut dengan bumbu yang kaya. Ada dua varian rasa tutut yang ditawarkan yakni original dan pedas.

Sajian paling direkomendasikan tutut kuah pedas, semakin nikmat saat disantap hangat-hangat. Satu porsinya cukup banyak banyak, semuanya disajikan di dalam mangkuk.

Kuahnya cukup melimpah dan memilki aroma rempah nan sedap. Ketika kuahnya diseruput, terasa sensasi pedas, gurih, dan asin, yang bercampur menjadi satu.

Mang Oded, pemilik warung makan mengatakan bumbu yang digunakan untuk memasak tutut terdiri dari lengkuas, serai, daun salam, bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe, kunyit. Tekstur daging tutut di warung ini lembut dan kenyal ketika dikunyah, tidak ada bau amis sama sekali. "Mengolah tutut agar enak dan tidak amis, tidak boleh sembarangan," kata Mang Oded dikutip dari Tribun Jabar.

Saat bagian ujung tutut dipotong, tutut harus dibersihkan terlebih dahulu. Mang Oded juga menyebutkan tutut tidak boleh terlalu lama dan tidak boleh terlalu sebentar dimasak.

"Kalau direbus terlalu lama, isiannya akan menciut," jelasnya. Ia merebus tutut selama 15 sampai 30 menit. Selain cara masak tutut yang harus tepat, Mang Oded menyebutkan bumbu juga penting dalam mengolah tutut. Bagian cangkang tutu harus dipotong agar penikmat tutut tidak kesulitan menyantapnya.

Selain itu, bumbu jadi bisa masuk dan meresap ke daging tutut. Cara makan tutut ini sangat mudah. Tidak perlu menggunakan alat penghancur cangkang.

"Caranya tinggal disruput atau dikecrot isian keongnya. Sensasi kecrot saat menikmati tutut juga menambah cita rasa," kata Mang Oded.

Tutut yang dimasak oleh Mang Oded diakuinya dipesan langsung dari daerah Kuningan dan Karawang di Jawa Barat. "Bahan tutut yang saya pesan ini jenis keong sawah dan danau," tutur Mang Oded.

"Pembeda dari keduanya adalah tutut sawah itu kalau direbus bahan dagingnya lebih padat, sedangkan tutut danau itu kalau direbus isinya tidak padat," lanjutnya.

Dalam sehari ia mampu memasan 30 kilogram tutut. Seporsi olahan tutut Mang Oded dihargai Rp 10.000. Warungnya beralamat di Jalan Rereng Adumanis Nomor 15, Sukaluyu, Kecamatan Cibeunying Kaler, Kota Bandung.

Sumber: Kompas.com