ITB Student Orchestra Gelar Konser Musik Klasik dalam Fantasi Dunia Film

Notification

×

Iklan

Iklan

ITB Student Orchestra Gelar Konser Musik Klasik dalam Fantasi Dunia Film

Jumat | Oktober 22, 2021 Last Updated 2021-10-22T02:22:35Z


NUBANDUNG
– Konser tahunan ke-12 ITB Student Orchestra (ISO) bertajuk Fantasie Cinemucika, berisi karya-karya sinematik fantasi dalam dunia film sepanjang sejarah diadakan secara daring via Youtube channel mediaISO. 


Meski konser di tahun ini diadakan secara daring, ITB Student Orchestra tetap berusaha optimal dalam memberikan pengalaman terbaik bagi penikmat konsernya.


Rangkaian konser tahunan ini terbagi menjadi dua, yaitu penampilan gitar dan piano yang diadakan pada 16 Oktober 2021, sedangkan konser kedua berisi penampilan chamber orchestra yang akan dilaksanakan pada 30 Oktober 2021. 


Fantasie Cinemucika dibuka oleh Pembina ITB Student Orchestra, Ir. Baskoro Tedjo, Ph.D (AR ’82) dan Ketua Ikatan Alumni ITB, Gembong Primadjaya (MS ’86).


“Fantasie Cinemucika, berasal dari kata fantasi, cinema, dan musica. Melalui konser ini, kita akan menjelajah film-film terkenal sepanjang masa melalui simfoni lagunya,” ucap Joddi Jonatan Prasetya Rahaju, Ketua Annual Concert ISO 2021 “Fantasie Cinemusica”.


Kali ini, ITB Students Orchestra berkolaborasi dengan Tohpati, gitaris terkenal Indonesia. Penonton dibawa untuk menikmati keindahan karya musik instrumen berbagai film dalam durasi dua jam yang terbagi menjadi dua sesi. 


Sesi pertama berisi penampilan tujuh lagu menggunakan alat musik gitar, baik solo maupun grup, sedangkan sesi kedua berisi sebelas penampilan piano tunggal, duet, maupun grup. Seluruh lagu yang dimainkan terbagi menjadi tiga era, yaitu modern era, romantic era, dan classic era.


Pada sesi pertama, pemain musik membawakan lagu Where Do I Begin dari film Love Story (1970); Ghibli Medley (1986-2008); The Good, the Bad, and the Ugly (1966); Light the Fuse dari Film Mission: Impossible (1967); Star Wars Medley (1977); The Avengers (2012); dan Waltz of the Flowers dari film Known from The Nutcracker (1993).


Sebelum memasuki sesi kedua, terdapat penjelasan tentang konser ini secara lebih detail dari Devina C. Tambunan (TF ’17), music director piano ITB Students Orchestra 2020/2021 dan Vincentius Ian W.N., music director gitar ITB Students Orchestra 2021/2022. Mereka menekankan bahwa Fantasie Cinemucika tidak hanya menampilkan soundtrack dari berbagai film, tetapi juga karya bersifat sinematik.


Pada sesi kedua, terdapat sebelas penampilan piano yang memiliki urutan sesuai dengan perkembangan zaman, yaitu masa klasik, transisi, dan modern, dengan urutan Danse de la Fée Dragée (Dance of the Sugar Plum Fairy) dari film Muppets Most Wanted (2014); Waltz in D-flat major, Op. 64, No. 1, Minute Waltz dari film Greta (2018); Aquarium from The Carnival of the Animals dari film Days of Heaven (1978); Sleeping Beauty Waltz dari film Sleeping Beauty (1959); Time Travel dari film Secret (2007); One Summer’s Day (2001); Bella Ciao (2017); Once Upon A December (1997); Lihatlah Lebih Dekat (2000); Those Who Fight (2005); dan Piano Sonata No. 11 in A major, K. 331 / 300i. 


Intepretasi dan penjelasan setiap lagu dapat dilihat pada https://isoannualconcert.com/booklet.pdf


Kolom komentar pada saat premier berlangsung dipenuhi oleh ucapan selamat, kekaguman, serta harapan konser tahunan ISO selanjutnya dapat dilaksanakan secara luring kembali. 


Di lain sisi, ITB Students Orchestra, lewat konser Fantasie Cinemucika, membuktikan, bahwa pandemi bukan penghalang, melainkan tantangan musikalitas dan organisasi dalam bermusik klasik sehingga diperlukan berbagai adaptasi serta kerja keras dalam menjalankannya. 


Evaluasi berulang dalam proses berlatih, perekaman, editing dan mixing, hingga penampilan secara daring membuktikan bahwa kerja keras dan passion bermusik klasik masih bisa diupayakan di masa daring.


[Mirmanti Cinahya Winursita/ITB]