Selain Tauco, Ada Manisan Buah, Oleh-Oleh Legendaris dari Cianjur

Notification

×

Iklan

Iklan

Selain Tauco, Ada Manisan Buah, Oleh-Oleh Legendaris dari Cianjur

Minggu | Oktober 17, 2021 Last Updated 2021-10-17T00:40:18Z


NUBANDUNG
– Jalan-jalan ke Kabupaten Cianjur tak lengkap rasanya jika tidak mencicipi oleh-oleh legendaris yang satu ini. Manisan buah adalah buah tangan favorit selain tauco.


Manisan buah Cianjur memang sudah melegenda. Sedari dulu hingga sekarang, selalu menjadi buah tangan siapa saja yang melancong ke kabupaten ini. Enak, lezat, dan harganya terjangkau. Tak sulit pula untuk memperoleh penganan ini di kota santri tersebut.


Manisan buah dapat ditemukan di banyak pusat oleh-oleh seperti di sepanjang Jalan Raya Bandung – Cianjur. Para pedagang manisan biasanya berkelompok dalam satu kawasan sentra jajanan oleh-oleh. Lokasi lainnya dapat ditemukan di bilangan Jalan Raya Cipanas.


Para penjual rata-rata meneruskan usaha keluarga yang diwariskan secara turun-temurun. Seperti halnya Alfiah.


“Ibu meneruskan usaha orang tua. Di tempat yang sekarang ini memang belum terlalu lama, tetapi kami sudah membuat manisan dan berjualan sendiri sejak tahun 1970-an,” katanya, belum lama ini.


Selain manisan, di kedainya tersedia juga macam-macam asinan. Dua makanan ini biasanya ditempatkan di dalam toples kaca berbagai ukuran. Manisan dijajakan dalam dua macam yaitu manisan basah dan manisan kering dengan aneka warna yang mencolok. Bahan dasarnya sama yaitu dari buah-buahan.


Manisan Cianjur adalah makanan olahan berbahan dasar buah-buahan segar atau sayuran yang diawetkan. Aneka buah tersebut diolah dengan pemanis gula pasir dan diberi pewarna alami. Rasanya beragam. Selain asam-manis, ada pula rasa manis-pedas-asam.


Adapun buah-buahan yang diolah menjadi manisan di antaranya kedondong, salak, bengkoang, mangga dan pala. Harga per kilogramnya ramah di kantong, mulai Rp 50 ribu. Sedangkan sayuran yang biasanya diolah antara lain terong, sawi, bayam, dan cabai merah.


Di Cianjur, olahan manisan ini diperkirakan sudah muncul sejak tahun 1960-an. Manisan ini hadir sebagai solusi masyarakat untuk mengawetkan bahan pangan yang melimpah. Dengan diolah menjadi manisan, buah-buahan menjadi tahan lama.