Dadang Supriatna, Bupati Bandung dan Tokoh Nahdlatul Ulama

Notification

×

Iklan

Iklan

Dadang Supriatna, Bupati Bandung dan Tokoh Nahdlatul Ulama

Senin | November 15, 2021 Last Updated 2021-11-15T08:34:36Z


NUBANDUNG
- H. M. Dadang Supriatna, S.I.P., M.Si. (lahir 7 Agustus 1971) adalah Bupati Bandung periode 2021-2024 yang berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa. Sebelumnya, ia adalah Anggota DPRD Jawa Barat periode 2019-2024 yang berasal dari Fraksi Partai Golkar dan Anggota DPRD Kabupaten Bandung periode 2009-2014 dan 2014-2019. 


Ia terpilih sebagai Bupati Bandung pada Pemilihan umum Bupati Bandung 2020 berpasangan dengan Sahrul Gunawan dan didukung oleh PKB, NasDem, Demokrat dan PKS.


Pendidikan


Ia menempuh pendidikan dasar di MI Sapan pada tahun 1979-1985 kemudian melanjutkan pendidikan menengah di SMPN 2 Buahbatu Bandung pada tahun 1985-1988 dan pendidikan menengah atasnya di STM Igasar Pindad Bandung pada tahun 1988-1991. 


Sedangkan, Ia menempuh pendidikan sarjana di Fakultas FISIP Universitas Langlangbuana (Unla) pada tahun 1999-2003. Kemudian melanjutkan Strata-2 masih di Unla dengan bidang studi Ilmu Pengetahuan pada 2008-2010. Kemudian, Ia menempuh program doktoral di Universitas Trisakti bidang studi Manajemen SDM pada tahun 2017.


Karier Politik


Dadang meniti karier awalnya sebagai suplier bahan bangunan yang ditekuninya sejak 1998 sampai sekarang. Ia mengawali karier politiknya sebagai anggota Karang Taruna Desa Tegalluar, Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Kemudian pada tahun 1988, Dadang terpilih sebagai ketua karang taruna tersebut hingga tahun 1991. 


Karirnya tidak berhenti di situ. Pada tahun 1998-2006 dan 2006-2012 Ia menjabat sebagai Kepala Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Sejak saat itu, karier politik Dadang terus berkembang dengan kemudian dirinya menjadi kader Partai Golkar. 


Ia kemudian melanjutkan kiprah di beberapa organisasi seperti AMPI, Pemuda Pancasila, dan KNPI bukan hanya di tingkat Kabupaten Bandung, tetapi juga Provinsi Jawa Barat. 


Sejak tahun 2019 lalu, Dadang terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Golkar di mana sebelumnya ia adalah Anggota DPRD Kabupaten Bandung selama dua periode (2009-2014 dan 2014-2019).


Untuk periode 2009-2014, Ia menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar dan Anggota Badan Anggaran DPRD Kab. Bandung. Untuk periode 2014-2019, Ia juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar dan Anggota Badan Anggaran.


Menjadi Bupati Bandung


Ketika Ia terpilih sebagai salah satu Anggota DPRD Jawa Barat periode 2019-2024, Ia sudah sedari awal mengutarakan niat dan keinginannya untuk menjadi Bupati Bandung. Pencalonannya sebagai Bupati Bandung didukung oleh sebagian kader dan fungsionaris senior Partai Golkar Kabupaten Bandung.


Ia mencalonkan diri sebagai calon Bupati Bandung pada tahun 2020 untuk periode 2020-2025. Salah satu programnya adalah perbaikan kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung serta daerah lainnya terutama di bidang pembangunan manusia serta ekonomi.


Ketika mendaftar sebagai calon bupati, Ia memiliki daftar kekayaan (menurut e-lhkpn.kpk.go.id) sebanyak Rp8.924.950.000,00. Jumlah tersebut terdiri dari tanah di Bandung, alat transportasi pribadi dan mesin (ekskavator dan buldoser), harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas.


Program kerjanya pada 99 hari kerja awal akan memprioritaskan beberapa hal. Pertama yaitu revitalisasi anak sungai di wilayah banjir antara lain di wilayah Bojongsoang, Dayeuhkolot, Rancaekek, Cicalengka dan Cikancung. 


Ia mengatakan bahwa dirinya ingin memfokuskan dahulu ke lokasi tersebut sekaligus menyesuaikan dengan terbatasnya anggaran daerah. Namun, untuk selanjutnya Ia akan melihat, berkomunikasi, dan berkolaborasi dengan pihak BBWS Citarum, PSDA, Pemkot Bandung dan Cimahi serta Pemkab Sumedang dan Bandung Barat (Bandung Raya) untuk membahas secara menyeluruh terkait program ini. 


Sedangkan, fokus keduanya adalah perbaikan dari jalan yang rusak. Fokus ketiga adalah pengembangan smart city untuk pemerintahan Kabupaten Bandung.


Salah satu programnya yang telah dilakukan adalah Gerakan Tutup Lubang (GTL) yang dilakukan pada perempatan Jalan Raya Solokanjeruk-Majalaya, dan Jalan Sastra, Kampung Solokan Besi, Desa atau Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung. 


Selain itu, gerakan serupa juga dilakukan di tempat lain seperti di pertigaan Jalan Gandasoja-Emaha, Jalan Raya Oma Anggawisastra, Desa Tanggulan, Kecamatan Ibun yang berbatasan dengan Desa Majakerta, Kecamatan Majalaya, Jalan Sukamantri, Desa Sukamantri, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung. 


Ia mengatakan bahwa program perbaikan jalan yang menjadi sasaran kegiatan perbaikan dan pemeliharaan berada di kawasan atau daerah yang produktif seperti di daerah Majalaya, Banjaran, Soreang, serta perbatasan Cipelah, Rancabali, Kabupaten Bandung dan Cidaun, Kabupaten Garut.[13]


Di bidang ekonomi terutama UMKM, Ia menjanjikan akan adanya program DS UKM (Dana Solusi Usaha Kecil Menengah Program ini bertujuan untuk pemberian dana untuk koperasi, usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah. 


Dana permodalannya akan dilakukan melalui Bank bjb atau program Gubernur Jawa Barat berupa bjb Mesra. Sehingga nantinya pemerintah Kabupaten Bandung akan melakukan percepatan pemulihan ekonomi akibat COVID-19 sesuai dengan program Presiden Jokowi.


Sumber: wikipedia.org