Jika Saya Orang NU

Notification

×

Iklan

Iklan

Jika Saya Orang NU

Kamis, 02 Februari 2023 | 09:05 WIB Last Updated 2023-02-02T02:07:45Z


Oleh: Idat Mustari*


NUBANDUNG.ID - Era Reformasi telah melahirkan banyak partai. Salah satunya,  Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang didirikan oleh tokoh-tokoh NU seperti: Munasir Ali, Ilyas Ruchiyat, Abdurrahman Wahid, Mustofa Bisri, dan A Muhith Muzadi.


Tercatat anggota Nahdatul Ulama (NU) berjumlah  91,2juta, dan berdasarkan survey LSI beberapa waktu mencatat kalau populasi anggota NU mencapai 35,5 persen dari total 249,9 juta penduduk Indonesia. Namun tidak semua orang NU tercatat jadi anggota PKB.


Harus diakui bahwa Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah berhasil menggeser kedudukan para santri yang selama 32 tahun berada di pingggiran  desa-kampung dimana pasantren berada ke urat-urat nadi kekuasaan baik di legislatif maupun eksekutif. Tercatat PKB pun di tahun 2019 mampu memperoleh 13.570.097 dengan 58 kursi DPR RI.  


Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah merubah potret  para santri yang ada di pasantren-pasantren Nahdlatul Ulama (NU), bukan saja belajar membaca kitab kuning tapi juga membaca kitab putih yakni peraturan perundang-undangan. 


Bukan saja menyusun kata—kalimat berbahasa arab -- yang selama ini diajarkan di pondok pasantren tapi sekarang menyusun perundang-undangan (Legal drafting) dalam Gedung Parlemen.


Sayang, jika warga NU tidak memaksimalkan kendaraan partai ini. Memang tidak bisa dipungkiri, jika banyak orang Nahdlatul Ulama (NU) saat ini berada di partai lain, bukan saja di PKB. 


Namun ingat bahwa PKB adalah partai yang didirikan oleh orang NU. Oleh karena itu seharusnya orang NU bangga dan berada dalam wadah PKB. 


Justru terasa aneh jika ada orang NU tidak bangga berada dalam barisan PKB, seperti yang dikatakan Alwi Shihab “Aneh Jika Ada Orang NU Memilih Partai Selain PKB.” (tempo.co, Jakarta). 


Oleh sebab itu, jika saya orang NU pasti memilih PKB. 


*Pemerhati Sosial dan Advokat.