Daur Uang Plastik, Dari Sampah Jadi Cuan

Notification

×

Iklan

Iklan

Daur Uang Plastik, Dari Sampah Jadi Cuan

Jumat, 26 Desember 2025 | 12:53 WIB Last Updated 2025-12-26T06:02:19Z



NUBANDUNG.ID -- Daur ulang sampah plastik di Kota Bandung dinilai sudah semakin maju karena banyak pengusaha yang sudah bisa mengolah dengan baik.


Pemerintah Kota Bandung terus melakukan percepatan dalam penanganan dan pengelolaan sampah melalui inovasi dan kolaborasi strategis agar masalah ini ditangani secara modern, efisien, dan berkelanjutan.


Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan terkait sampah ini ada potensi besar dalam industri daur ulang, terutama di kawasanCigondewahyang sudah lama dikenal sebagai sentra pengolahan plastik.


“Pemanfaatan daur ulang plastik kita sudah sangat maju. Banyak pengusaha mampu mengolah plastik dengan kualitas baik,” ujar Farhan, Jumat (26/12/2025).


Namun, ia mengakui bahwa keberadaan TPA dan TPS di Bandung masih menghadapi tantangan besar, terutama soal pengelolaan yang belum optimal. Karena itu, Pemkot Bandung membuka peluang seluas-luasnya bagi swasta untuk berinvestasi.


"Pengolahan kita harus akui TPA dan TPS di Kota Bandung banyak tapi banyak yang tidak terkelola dengan baik. Itu sebabnya kami mengundang pihak swasta untuk berinvestasi di TPS-TPS tersebut," katanya.


Salah satu strategi utama yakni penguatanTPS TerpadudanTPS3R. Farhan mengatakan, untuk TPS Terpadu, Pemkot Bandung kini berfokus pada produksiRefuse-Derived Fuel (RDF) bahan bakar alternatif dari sampah residu non-organik yang tidak bisa didaur ulang.


“RDF ini nantinya digunakan sebagai tambahan bahan bakar batu bara di berbagai pabrik. Tantangannya, kualitas RDF kita masih perlu ditingkatkan agar daya serapnya lebih bagus,” katanya.


Farhan mengatakan, sejumlah TPS RDF telah beroperasi di antaranya diCicukang Kholis, Nyengseret, dan Tegallega, dan rencananya fasilitas serupa akan ditambah, termasuk kemungkinan di kawasanGedebageyang masih memiliki lahan.


"Sementara itu pengolahan organik yang paling besar ada 5 ribu pengolahan maggot yang bisa menampung 50-60 ton sehari," ucap Farhan.