Kuliah Umum STIE ITB di Universitas Kuningan, Bahas 6G dan Tren Jaringan Masa Depan

Notification

×

Kuliah Umum STIE ITB di Universitas Kuningan, Bahas 6G dan Tren Jaringan Masa Depan

Selasa, 17 Februari 2026 | 10:28 WIB Last Updated 2026-02-17T03:28:34Z


NUBANDUNG.ID -- Universitas Kuningan (UNIKU) menjadi tuan rumah kegiatan Kuliah Umum yang diselenggarakan dalam rangkaian program Community Development (EQUITY) oleh Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung. 


Kegiatan ini berlangsung di Kampus 2 Universitas Kuningan, Jl. Pramuka No.67, Purwawinangun, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Jumat (13/2/2026) yang diikuti oleh dosen serta mahasiswa dari berbagai program studi dengan penuh antusias.


Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Kuningan, Tito Sugiharto, S.Kom., M.Eng. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada tim STEI ITB atas kesempatan berharga yang diberikan kepada sivitas akademika UNIKU untuk memperluas wawasan keilmuan, khususnya di bidang teknologi jaringan masa depan, sekaligus memperkuat jejaring akademik nasional dan internasional.


Kuliah umum menghadirkan dua narasumber terkemuka. Pembicara utama, Prof. Iyad Dayoub dari Université Polytechnique Hauts-de-France, Prancis, membawakan tema “Towards 6G & Intelligent Transport Systems: Standardization, Use Cases, and Emerging Technologies.” 


Dalam paparannya, Prof. Iyad menjelaskan bahwa teknologi 6G sebagai generasi lanjutan dari 5G tidak hanya berfokus pada peningkatan kecepatan internet, tetapi juga integrasi berbagai teknologi mutakhir seperti Massive MIMO, komunikasi millimeter-wave (mmWave), Non-Orthogonal Multiple Access (NOMA), serta Machine-to-Machine (M2M) communications.


"Perkembangan ini akan mendukung berbagai aplikasi canggih, mulai dari augmented dan virtual reality, Internet of Things (IoT), hingga komunikasi holografik dan tactile internet," tegas Iyad dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).


Secara khusus, Prof. Iyad mengulas peran jaringan 5G/6G dalam pengembangan Intelligent Transport Systems (ITS), termasuk kendaraan terhubung dan sistem transportasi rel cerdas yang membutuhkan latensi sangat rendah, kapasitas data tinggi, serta arsitektur jaringan baru. 


Selain aspek teknis, ia memaparkan tantangan regulasi dan riset dalam pengembangan sistem transportasi darat masa depan.


Materi kedua disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Nana Rachmana Syambas, M.Eng. dari Institut Teknologi Bandung dengan tema “Network and Future Trends.” Dalam pemaparannya, Prof. Nana menjelaskan evolusi arsitektur jaringan menuju paradigma yang lebih adaptif dan efisien, termasuk konsep Named Data Networking (NDN) sebagai bagian dari pendekatan Information-Centric Networking (ICN). 


Ia menjelaskan bahwa NDN menggeser model komunikasi berbasis alamat IP (host-centric) menjadi berbasis nama konten (data-centric), sehingga memungkinkan distribusi data yang lebih cepat, aman, dan efisien melalui mekanisme in-network caching serta sistem keamanan berbasis tanda tangan kriptografis pada setiap paket data.


Hasil studi simulasi yang dipaparkan menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu meningkatkan throughput, menurunkan delay, serta mengurangi packet loss, sehingga dinilai relevan dalam mendukung kebutuhan jaringan 5G dan 6G di masa depan yang menuntut latensi ultra-rendah dan keandalan tinggi.


Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang hidup. Banyaknya pertanyaan dari peserta mencerminkan tingginya minat dosen dan mahasiswa UNIKU terhadap perkembangan teknologi jaringan masa depan serta peluang riset dan implementasinya di Indonesia. 


Sebagai penutup, panitia membagikan doorprize kepada peserta yang beruntung, menambah semarak suasana kegiatan.


Melalui kuliah umum ini, diharapkan terjalin kolaborasi akademik yang lebih erat antara Universitas Kuningan dan STEI ITB, serta terbuka peluang pengembangan riset bersama di bidang 6G, arsitektur jaringan masa depan, dan sistem transportasi cerdas.