NUBANDUNG.ID -- Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan berkomitmen untuk terus menghidupkan dan memakmurkan Masjid Agung Bandung melalui rangkaian kegiatan Safari Ramadan.
Hal tersebut disampaikannya usai Safari Ramadan ke-7 yang digelar di Masjid Agung Bandung.
Menurut Farhan, kegiatan Safari Ramadan bagian dari upaya memperkuat fungsi masjid sebagai pusat keumatan di jantung Kota Bandung.
“Kalau tadi agendanya kita silaturahmi saja. Kemudian kita juga sedang mendalami berbagai macam aturan, termasuk soal wakaf,” ujar Farhan dalam keterangannya, Kamis (26/2/2026)
Ia menyampaikan, antusiasme warga dalam Safari Ramadan menunjukkan tren yang positif. Meski digelar pada hari kerja, jemaah yang hadir tetap ramai dan berasal dari berbagai kecamatan.
“Alhamdulillah semakin lama semakin meningkat. Walaupun hari kerja masih ramai-ramai saja,” katanya.
Farhan mengakui, saat salat berjemaah, saf yang terbentuk masih sekitar dua hingga tiga baris. Namun hal itu justru menjadi motivasi bagi pemerintah untuk terus mengaktifkan program pemakmuran masjid.
“Kita harus aktifkan terus. Sound system sudah ditata ulang supaya lebih bagus dan lebih enak,” tambahnya.
Safari Ramadan akan terus berlangsung hingga 30 hari penuh selama bulan Ramadan. Pemerintah Kota Bandung ingin memastikan Masjid Agung tidak hanya ramai pada momen tertentu, tetapi hidup secara berkelanjutan.
Setelah Idulfitri, Farhan berharap nazir Masjid Agung dapat menyampaikan proposal program-program keumatan. Program tersebut bisa berupa kajian rutin, kegiatan sosial, pendidikan, maupun pemberdayaan umat berbasis masjid.
“Setelah Lebaran saya harapkan nazir sudah menyampaikan proposal untuk program-program kegiatan keumatan,” ujarnya.
Menurutnya, Masjid Agung Bandung memiliki posisi strategis, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga simbol kehidupan spiritual masyarakat Kota Bandung. Letaknya di kawasan Alun-Alun menjadikannya pusat aktivitas warga.
Farhan juga menilai, memakmurkan masjid adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pengurus atau pemerintah. Kehadiran jamaah menjadi indikator hidupnya peran sosial dan spiritual masjid.
“Kita ingin menarik perhatian warga untuk memakmurkan kembali Masjid Agung,” tuturnya.
Ia optimistis, dengan konsistensi program dan kolaborasi antara pemerintah, pengurus masjid, dan masyarakat, Masjid Agung Bandung dapat kembali menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang kuat.
Safari Ramadan, menurut Farhan, adalah langkah awal membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat dalam suasana spiritual yang hangat.
“Yang penting kita terus jaga semangat silaturahmi dan kebersamaan ini,” ungkapnya.
Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut juga Pemkot Bandung memberikan bantuan untuk masjid, lansia, marbot, difabel, dan juga anak yatim piatu
serta bantuan lainnya. (rob)**
