Inilah Makna Damai Sejatinya

Notification

×

Iklan

Iklan

Inilah Makna Damai Sejatinya

Selasa, 20 April 2021 | 03:50 WIB Last Updated 2022-09-09T01:42:41Z


Johan C Arnold, rohaniwan Kristen pecinta kedamaian, dalam buku Seeking Peace; Note and Conversations Along the Way (1998) mengatakan dunia akan berbeda ketika setiap orang sungguh-sungguh berdamai sepanjang hari. Akan tetapi, lanjutnya, jika itu hanya basa-basi kesopansantunan, konflik bersimbah darah akan menampakkan kita sebagai manusia yang tak ber-Tuhan. 

Jadi, saya pikir kasih sayang harus dijadikan kebiasaan mendarah-daging, bukan kesopansantunan yang palsu, yang harus dibenamkan dalam perilaku keseharian. Shalom...adalah damai yang tidak pasif, tetapi aktif mengatasi kekerasan. Itulah damai sejati.

Berkasih sayang bukan hanya hari valentine saja. Kini harus mulai kita resapi terus-menerus seperti air yang mengalir tak henti-henti dari hulu ke hilir. Seandainya pemberian cokelat merupakan wujud kasih sayang, berikanlah cokelat setiap hari kepada kaum minoritas di sekitarmu. 

Berikanlah kedamaian kepada orang-orang sekitar. Tidak memandang agama, suku, kelas sosial, dan status ideologi seseorang. 

Itulah damai sejati.

Bagi saya, kedamaian bukanlah kepuasan arogansi intelektual. Kedamaian itu lebih tinggi dari intelektual. Kedamaian adalah sutra putih dan bening dari prasangka-prasangka yang bisa menggusur seseorang untuk berperilaku kasar. 

Kalau cokelat adalah simbol perhatian atas kasih sayang, si udin miskin dan tak punya apa-apa harus diberi kedamaian. Kedamaian untuk mendapatkan kebutuhan hidupnya. Ya, dengannya kita seolah telah memberikan harapan kepadanya untuk mewujudkan kebutuhan terhadap ketentraman. 

Itulah damai sejati.