Wow! Talas Pratama Garut Miliki Bobot Hingga 8 Kg

Notification

×

Iklan

Iklan

Wow! Talas Pratama Garut Miliki Bobot Hingga 8 Kg

Rabu, 02 Juni 2021 | 16:20 WIB Last Updated 2021-09-12T06:07:18Z

NUBANDUNG - Sebagai daerah berdataran tinggi, Kabupaten Garut menyimpan potensi pertanian yang unik, salah satunya Talas Pratama.


Umbi-umbian tersebut dikatakan berbeda lantaran ukurannya yang tak biasa. Bahkan disebutkan jika bobotnya bisa mencapai 8 kilogram per buahnya dari yang biasa hanya 1 sampai 2 kg.


Tanaman bernama latin Colocasia Esculenta tersebut juga memiliki tekstur yang lebih pulen, sekalipun dengan komoditas aslinya yakni Talas Bogor.


"Talas ini memang beda, selain rasanya yang lebih pulen (legit), juga ukurannya super besar," terang Koordinator Petani Talas Pratama Kabupaten Garut Jejen Jainuddin, saat diwawancara wartawan di Sampireun Kecamatan Samarang, Kamis (6/5) lalu, melansir Liputan6.


Bahkan Jejen menyebut jika komoditas tersebut sampai mencuri perhatian petani hingga investor setelah masa panen tiba.


Talas tersebut diketahui sangat mudah untuk dibudidayakan. Jejen mengungkapkan jika talas hasil kolaborasi tiga ilmuwan pangan lokal tersebut sudah bisa tumbuh saat ditanam di ketinggian 200–1.500 mdpl.


Ukurannya yang besar tentunya juga menjadi keuntungan tersendiri bagi para petani. Menurutnya Talas Pratama sampai hari ini terus menjadi buruan bagi para penyuka makanan berbahan umbi-umbian.


"Jelas ini sebuah keuntungan tersendiri, sehingga memberikan banyak manfaat bagi petani. Tanamnya juga mudah, pokoknya di ketinggian 200-1.500 mdpl udah bisa tumbuh subur si Talas Pratama ini," terangnya.


Sebelumnya Talas Pratama telah berhasil ditanam di wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat serta sejumlah wilayah di Tatar Parahyangan seperti Karangpawitan, Pasirwangi, Bayongbong, dan Samarang yang seluruhnya merupakan binaan Jejen dengan kualitas produksi yang baik.


Talas Pratama juga akan terus dikembangkan di sejumlah wilayah di luar Provinsi Jawa Barat, bahkan hingga Sumatera dan Sulawesi.


"Selain di wilayah binaan kami, sudah ada sekitar 25 ribu tanaman talas Pratama yang tersebar di kecamatan Cibalong, Cisompet, Pakeunjeng, hingga Pameungpeuk. Kami juga sudah mengirimkan bibit talas Pratama ke Sulawesi Selatan, Riau, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan," ujar Jejen.


Sebagai komoditas yang terhitung baru, Talas Pratama dikatakan Jejen mampu mendorong keuntungan yang berlipat dan menyejahterakan para petani.


Dari ukurannya yang terbilang besar serta teksturnya yang lebih legit dan empuk, umbi ini ditaksir memiliki harga jual di atas rata-rata pasaran talas.


Adapun talas dengan grade C yang memiliki bintik akibat penyakit bisa dikirim ke pengepul dan pedagang dengan harga jual Rp2.500 - Rp3.000 per kilogramnya.


Kemudian grade B keuntungan bisa diraup mulai harga Rp5-6 ribu per kilogram, dan untuk grade A dengan berat di atas 2 kilogram (kondisi buah bersih dan minim bintik) bisa dihargai sampai Rp8-9 ribu per kilogramnya.


"Yang afkir saja masih bagus harganya, bisa dihitung sendiri jika satu pohon bisa 8 kilo, kalikan saja berapa ratus atau berapa ribu petani tanam, sangat besar sekali produksinya,” optimisnya.


Jejen menambahkan sistem penjualan juga saat ini mulai dilebarkan ke sejumlah pasar modern hingga supermarket, dengan harga Rp15.000 per kilonya.


"Untuk sekarang rata-rata di angka Rp7.500 per kilo karena beberapa pasar di Jakarta belum menerima lagi akibat pembatasan sehingga produksi melimpah," kata dia. (Merdeka)