Notification

×

Iklan

Iklan

5 Tempat Wisata di Jantung Sesar Lembang yang Indah, Nyaman, dan Molek

Rabu, Agustus 11, 2021 | 08:49 WIB Last Updated 2021-09-13T15:44:07Z


NUBANDUNG
- Kawasan Sesar Lembang yang menyembunyikan potensi bahaya juga menyimpan kemolekan yang menjadi salah satu daya tarik wisata di kawasan Bandung Raya.


Sejumlah tempat wisata terdapat di kawasan ini, terutama di kawasan timur yang merupakan dataran tinggi. Sebagian patahan Lembang yang terdapat di Timur ini mencuat ke vertikal sehingga membuat liuk rupa yang elok dan menampilkan pemandangan indah dan kesejukan bagi para pengunjungnya.


Menurut Awang Satyana, seorang geolog di SKK Migas dan pemerhati Sesar Lembang, pembentukan Sesar Lembang sendiri terkait dengan letusan Gunung Sunda lama dan terbentuknya Tangkuban Parahu.


"Setelah di dating, Sesar lembang permulaannya di timur makanya retakannya besar, kita bisa lihat gawirnya besar. Makin ke barat, makin hilang," tuturnya dalam diskusi online komunitas Geotrek Indonesia beberapa waktu lalu.


1. Bukit Bintang (Bukit Moko)


Pemandangan Kota Bandung di malam hari dari kawasan Bukit Bintang/ Bukit Moko Bandung yang dekat dengan jalur Sesar Lembang (dok. Eka Santhika)

Ini adalah salah satu lokasi wisata yang cukup ternama di Bandung. Di bukit ini, pengunjung bisa menikmati pemandangan malam Kota Bandung yang dipenuhi gemerlap cahaya kota.


Selain itu, pengunjung juga bisa melakukan trekking menuju Sesar Lembang. Pihak pengelola sudah menempatkan papan petunjuk sepanjang jalur menuju gawir Sesar Lembang yang berada di kawasan Bukit Lonceng.


Trekking menuju Sesar Lembang dari bukit ini punya jalur yang cukup menantang, sebab sebagian besar jalur sepanjang 1,7 kilometer ini berupa tanjakan. Tapi, tenang saja, pengelola sudah menyediakan banyak lokasi istirahat di beberapa titik di sepanjang jalur ini. Terdapat tempat duduk dan warung-warung yang bisa disinggahi sementara Anda beristirahat dan mengambil napas sejenak.


Menyusuri sisi tebing Sesar Lembang di kawasan Bukit Bintang/ Bukit Moko setelah trekking ke arah Bukit Lonceng, Bandung. (dok. Eka Santhika)

Tiba di Bukit Lonceng, setelah perhentian di warung terakhir, Anda akan langsung menyusuri sisi tebing yang merupakan gawir Sesar Lemabang. Tiba di tujuan akhir, Anda bisa langsung menyentuh dinding gawir Sesar Lembang yang mencuat ke atas di kawasan timur ini.


"Dari bukit bintang bisa menyusuri dinding runtuhan sesar lembang dan langsung memegang batuan volkanik sesar yang dulu digeser," jelas pria yang juga aktif di komunitas Geotrek Indonesia, komunitas pecinta geo-histori Indonesia.


Sementara di seberang dinding, terdapat papan bertuliskan "Anda berada di Sesar Lembang" dengan latar lembah hijau yang ada di dasar patahan tersebut.


Menurut keterangan penjaga setempat, pengunjung baiknya melakukan trekking ke arah Sesar Lembang di pagi hari. Sebab, pengunjung bisa menyaksikan matahari terbit dari lokasi itu.


"Biasanya orang-orang menginap di Bukit Bintang, sore lihat sunset di sini dan lampu kota Bandung kalau malam hari. Pagi-pagi jalan ke Sesar Lembang buat lihat sunrise," jelas Dudung, seorang pria paruh baya yang menjaga kawasan Bukit Bintang. 


2. Tebing Keraton


Tebing Karaton berada di sisi gawir patahan Lembang yang sama dengan Bukit Bintang. Pengunjung bisa dengan mudah mengetahui kalau kawasan ini ada di kawasan Patahan Lembang karena sudah dipasang papan peringatan oleh BPBD Bandung Barat di pintu masuk dan di dalam kawasan wisata.


Bahkan di lokasi tebing yang menjadi salah satu daya tarik wisata Bandung ini juga dipasang papan informasi mengenai Sesar Lembang.


"Dari tebing karaton kita bisa lihat lembah runtuhan Sesar Lembang. Di bawah Tebing Karaton adalah gawir runtuhan Sesar Lembang, sehingga lembah yang dihasilkan sangat dalam," jelas Awang.


Sementara bebatuan yang tampak di Tebing Karaton sendiri menurutnya adalah batu-batuan andesit dari Gunung Sunda. Menurutnya, berdasarkan hasil penelitian usia batuan di Tebing Karaton ini sekitar 450-510 ribu tahun.


"Jadi sebelum sesar lembang ada, ada endapan vulkanik dari Gunung Sunda yang sampai di (wilayah) selatan sesar lembang. Baru kemudian di 100ribu-24 ribu tahun (wilayah) itu retak (dan mencuat ke atas membentuk tebing)."


3. The Lodge Maribaya


Salah satu lokasi ternama lain di sekitar Patahan Lembang adalah The Lodge Maribaya. Lokasi ini cukup menjadi incaran pengunjung Bandung lantaran menyuguhkan lokasi foto-foto Instagramable yang menarik. Terdapat sejumlah spot foto menarik yang bisa dipilih, seperti ayunan, sepeda, hingga balon udara. Saat jam-jam sibuk, pengunjung bahkan harus lama-lama mengantre untuk bisa berfoto di spot-spot tersebut.


Kawasan wisata ini berada di seberang gawir Sesar Lembang. Deretan pohon pinus yang menjadi daya tarik foto-foto Instagrammable tempat ini sebenarnya adalah lembah dari Patahan Lembang.


Dinding Sesar Lembang yang bisa disentuh pengunjung dari Bukit Bintang dan Tebing Karaton, bisa disaksikan dari jauh di tempat ini.


Pihak pengelola mengaku sudah sempat mendapat sosialisasi bahwa lokasi wisata mereka memang berada dekat dengan kawasan Sesar Lembang. Sehingga, mereka mengaku sudah menyiapkan berbagai titik evakuasi yang aman bagi pengunjung.


Tebing Sesar Lembang tampak di perbukitan yang ada di seberang The Lodge Maribaya. (dok. The Lodge)


4. Maribaya Hot Spring


Dari arah Lembang, pengunjung akan menjumpai Maribaya Hot Natural Spring terlebih dulu sebelum sampai ke The Lodge. Letak pemandian air panas ini juga berada di sekitar Patahan Lembang. Lokasi air panas malah dekat dengan Sungai Cikapundung yang menyimpan memori pergerakan sesar itu.


Di lokasi wisata ini, selain bisa menikmati pemandian air panas alami, disediakan juga spot foto di dua air terjun yang ada di lokasi ini. Pengunjung juga bisa menikmati santapan di restoran yang disediakan dan lokasi permainan anak.


5. Observatorium Boscha


Bergeser ke arah timur di kawasan Lembang, terdapat lokasi pengamatan antariksa Boscha milik Institut Teknologi Bandung (ITB). Berdasarkan peta jalur Sesar Lembang yang didapat dari BMKG Stasiun Bandung, Boscha juga berada di dekat jalur Sesar Lembang.


Boscha terkenal sebagai observatorium tertua dan terbesar di Indonesia saat ini. Awalnya, lokasi ini dipilih oleh pemerintah kolonial Belanda lantaran lokasinya cukup dekat dari kota, namun dikelilingi oleh kebun teh, sehingga minim polusi cahaya yang ideal untuk pengamatan benda angkasa. Bangunan ini didirikan sejak 1923 dan selesai dibangun pada 1928. Terdapat lima teleskop besar yang ada di observatorium ini.


Perhatian:


Di tengah pandemi virus Corona, perjalanan wisata masih dikategorikan sebagai perjalanan bukan darurat, sehingga sebaiknya tidak dilakukan demi mencegah penyebaran dan penularan Covid-19, terutama di daerah yang masih minim fasilitas kesehatannya.


Jika hendak melakukan perjalanan antarkota atau antarnegara, jangan lupa menaati protokol kesehatan pencegahan virus Corona, dengan mengenakan masker, mencuci tangan, serta menjaga jarak fisik antarpengunjung. Jangan datang saat sakit dan pulang dalam keadaan sakit.

X
X