Notification

×

Iklan

Iklan

ASPIKOM Korwil Jabar Gelar Webinar Optimalisasi Digital Marketing bagi Pelaku Usaha

Kamis, September 16, 2021 | 13:52 WIB Last Updated 2021-09-16T06:52:16Z


NUBANDUNG
– Diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat selama pandemi covid 19, banyak sektor yang terkena dampak. Salah satunya pada Industri Kecil Menengah, baik dalam bidang jasa maupun produksi, yang mengalami penurunan omzet. 


Pelaku bisnis pun dituntut harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital selama pandemi. Nah, karena perkembangan teknologi digital diikuti dengan hadirnya media baru sebagai praktik digital marketing atau salah satu bentuk kegiatan promosi yang menerapkan strategi marketing modern. 


Kegiatan promosi merupakan suatu elemen penting bagi pelaku bisnis untuk bergerak maju dalam rangka mempromosikan barang ataupun jasa. Oleh karena itu, untuk menghadapi fenomena tersebut, Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM) Korwil Jawa Barat Departemen Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian Masyarakat menyelenggarakan kegiatan bertema “Workhsop Optimalisasi Digital Marketing bagi Industri Kecil Menengah pada Masa Pandemi” juga penandatanganan kerja sama dengan Disperindag Kabupaten Cirebon, Rabu (15/09/2021). 


Kegiatan ini menghadirkan empat narasumber yang kompeten. Pertama, Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kabupaten Cirebon Hj. Endang Sri Puji Astuti, S.Si., M.Si.; kedua, Ketua Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat ASPIKOM Korwil Jabar dan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Swadaya Gunung Djati Dr. Hj. Farida Nurfalah, S.Sos., M.Si. 


Kemudian narasumber ketiga, Anggota Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat ASPIKOM Korwil Jabar dan juga dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bandung Ulfa Yuniati, S.I.Kom.; dan keempat, Founder Khalifa Indonesia dan Pondok Quran Digitalpreneur Abdulrahman Alif Rangga Persada, S.Si., M.Pd.


Selama kegiatan berlangsung, ASPIKOM Korwil Jabar didukung oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon, Khalifa, RotiYu, dan Fkominfo Universitas Garut dalam rangka menyukseskan acara yang digelar secara virtual ini.


Peserta yang daftar mencapai lebih dari 100 orang, di antaranya anggota ASPIKOM, pelaku usaha/IKM/UMKM, peserta dari berbagai universitas, Program Studi Ilmu Komunikasi, serta mahasiswa.


Ketua Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat Departemen Litbang dan PKM, Dr. Farida Nurfalah, S.Sos., M.Si. mengatakan, tujuan webinar ini ialah untuk menambah pemahaman khususnya dalam mendesain logo yang akan menjadi brand dalam memasarkan produk IKM/pelaku usaha, terlebih lagi dengan strategi digital marketing yang cakupannya luas. 


Sehingga produk IKM/UKM dapat bersaing secara global dengan brand/merek yang mewakili bidang usaha ataupun produk yang ditawarkan.


”Harapan ke depannya dari tema-tema yang didisuksikan dapat diaplikasikan dalam usaha mereka sehingga ASPIKOM Korwil Jabar Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat melalui webinar dapat berkontribusi bagi mereka (pelaku usaha). Dengan adanya kerja sama ASPIKOM Korwil Jabar dengan Disperindag Kabupaten Cirebon, diharapkan juga dapat memberikan ilmu dan pembinaan untuk IKM/UKM daerah Kabupaten Cirebon,” ujar Farida.


Selanjutnya, Ketua Departemen Litbang dan PKM ASPIKOM Dr. Rismawaty, M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai salah satu program kerja di Departemen Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Penelitian tahun 2021. 


“Dengan adanya pandemi covid-19 membuat banyak orang/IKM/UMKM untuk lebih produktif dan melek dengan kehadiran digital, salah satunya dengan promosi produk menggunakan berbagai media serta mendesain logo yang baik. Harapan dari kegiatan webinar ini ialah dapat menumbuhkan semangat dan produktif para pelaku usaha untuk tetap menjaga promosi selama pandemi covid-19,” tutur Rismawaty.


Sementara itu Dr. Hj. Ani Yuningsih, M.Si. sebagai Ketua ASPIKOM Korwil Jabar, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada seluruh panitia atas terlaksananya webinar. 


”Saya harapkan webinar ini dapat memberikan kontribusi kepada peserta terutama IKM/UMKM. Program pemerintah saat ini ialah Indonesia semakin cakap digital. Dengan kegiatan pelatihan ini dapat mengembangkan keterampilan tentang teknik mengelola digital marketing agar industri menengah dapat meningkatkan profit,” kata Ani. 


Hj. Endang Sri Puji Astuti, S.Si., M.Si., Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kabupaten Cirebon sebagai salah satu narasumber menyampaikan materi mengenai ”Optimalisasi Produk Bagi Industri Kecil Menengah”. 


Tujuan Disperindag Kabupaten Cirebon ialah membina IKM Kabupaten Cirebon agar tetap berdaya saing dan maju. Ada beberapa program kegiatan yang difasilitasi oleh Disperdagin. 


”Misalnya program sumber daya industri, pengembangan sistem informasi dan inovasi industri, serta fasilitasi dan standarisasi industri. Kegiatan ini juga bekerja sama dengan Provinsi Jawa Barat dan para stakeholders untuk membantu memperlancar kebutuhan IKM,” ujar Endang. 


Dr. Hj. Farida Nurfalah S.Sos., M.Si., Ketua Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat ASPIKOM Korwil Jabar menyampaikan materi “Komunikasi Visual Melalui Logo”. 


Farida mengatakan bahwa pembuatan logo sangat penting dengan memperhatikan warna dan tulisan. Logo sendiri erat kaitannya dengan identitas perusahaan yang mewakili perusahaan, produk, ataupun jasa yang ditawarkan. 


”Oleh karena itu, maka perlu diperhatikan tidak hanya mengandalkan bantuan dari seorang desainer, tetapi kita harus memahami makna filosafi dari logo tersebut, logo mudah diingat, sehingga top off mind di masyarakat. Setelah itu, memiliki brand tersendiri bagi konsumen,” ucap Farida.


Ulfa Yuniati, S.I.Kom., M.Si., Anggota Departemen Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat ASPIKOM Korwil Jabar, menyampaikan materi mengenai ”Digital Marketing dan Digital Branding”. 


Menurut Ulfa, branding memiliki hubungan yang kuat untuk menunjang efektivitas pemasaran online. Ulfa yang juga dosen tetap di Universitas Muhammadiyah Bandung ini mengatakan bahwa merek (brand) yang disampaikan secara berulang-ulang nantinya akan menjadi reputasi juga memberikan pengaruh pada pengambilan keputusan. 


”Seperti produk RotiYu yang mengangkat kearifan lokal Jawa Barat, yaitu hanjeli, ini menjadi brand tersendiri yang dimiliki RotiYu. RotiYu juga berangkat dari persepsi masyarakat bahwa diet itu identik dengan makanan tidak enak, maka RotiYu hadir dengan berbahan dasar hanjeli rendah gluten pengganti tepung,” papar Ulfa.


Alif Rangga Persada, S.Sos., M.Pd., Founder Khalifa Indonesia, menyampaikan materi ”Fundamental Digital Marketing”. 


Dalam paparannya, Alif mengungkapkan bahwa melakukan digital marketing harus riset terlebih dahulu untuk target pemasaran, positioning yang menentukan posisi produk di antara kompetitor, dan komunikasi bagaimana caranya produk kita diarahkan untuk produk pasar. 


”Untuk meningkatkan hubungan dengan pembeli, dapat juga mengirimkan produk kita (misalnya Alquran) dengan nama sendiri. Hal ini dapat mengikat pembeli dengan produk kita,” tutur Alif. 


Terakhir, Alif berpesan bahwa marketing langitnya jangan lupa dijaga.***

X
X