Notification

×

Iklan

Iklan

Hebat! 2 Mahasiswi Farmasi UMBandung Berjaya dalam Lomba Esai APTFMA 2021

Selasa, September 28, 2021 | 13:10 WIB Last Updated 2021-09-28T06:10:13Z

Dari kiri: Hayatul Azizah dan Tiara Pratiwi (Foto: Istimewa).

NUBANDUNG
– Dua mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Muhammadiyah Bandung (UMBandung), Hayatul Azizah dan Tiara Pratiwi, mendapatkan penghargaan atas lomba esai yang diadakan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Muhammadiyah Aisyiyah (APTFMA), Sabtu (25/09/2021).


Dalam perlombaan yang bertemakan ”Mahasiswa Sebagai Agent of Change dalam Pengendalian Covid-19” tersebut, Hayatul didapuk jadi juara tiga, sedangkan Tiara menjadi juara harapan satu. 


Pada perlombaan ini, Hayatul mengirimkan esai berjudul ”Mahasiswa Sebagai Agent Of Change Dalam Pengendalian Pandemi Covid-19”. Sementara esai yang dikirimkan Tiara berjudul ”Mahasiswa, Figure Fundamental Dalam Memutus Petaka Hoax”.


Dihubungi terpisah, Hayatul mengatakan dirinya tidak menyangka bahwa esai karyanya akan diterima dan bisa maju ke babak selanjutnya serta akhirnya bisa menjadi juara tiga.


”Sebenarnya dari sana tidak ada pikiran akan lolos ke babak presentasi. Pada 22 September kemarin, ada e-mail masuk yang menyatakan saya lolos ke babak selanjutnya. Persiapan presentasi selama hanya dua hari, mulai dari pembuatan slide presentasi hingga latihan presentasinya,” ujar Hayatul, Senin (28/09/2021).


Meskipun sudah memenangkan lomba esai, ia mengatakan akan terus belajar dan menggali potensi yang ada di dalam diri supaya bisa terus membagikan hal-hal yang positif.


”Saya harap, pengalaman saya kali ini menjadi trigger untuk saya ataupun teman-teman yang lain supaya lebih termotivasi, lebih percaya diri, dan semangat untuk melangkah lebih jauh lagi serta mengharumkan nama kampus tercinta kita, UMBandung,” katanya.


Sementara itu, Tiara meskipun penulisan esai dikejar waktu, tetapi para dosen terus membimbing dirinya hingga pada akhirnya menjadi juara harapan satu.


”Saat itu kendalanya adalah waktu pengerjaan yang cukup mepet bagi saya dan software yang digunakan sedang ada kendala. Namun Alhamdulillaah, qadarullaah esai karya saya bisa terkirim tepat waktu,” ujar Tiara.


Ia berharap, isi esai yang ia buat dapat direalisasikan pada kehidupan nyata terutama dalam membantu menghentikan penyebaran hoaks di tengah-tengah masyarakat.


”Tentunya untuk merealisasikan hal ini, saya memerlukan banyak bimbingan dari para dosen, pihak kampus, dan perlu berkolaborasi dengan mahasiswa dari prodi lain,” tegasnya.


Apresiasi


Terkait lomba ini, dosen Famasi UMBandung sekaligus dosen pembimbing apt. Ardilla Kemala Dewi, M.S.Farm. mengatakan bahwa pelaksanaan lomba esai ini berlangsung dari tanggal 7 hingga 24 September 2021.


Ardilla mengaku, selama membimbing kedua mahasiswi farmasi tersebut, dirinya bersyukur karena bisa berjalan dengan lancar tanpa ada kesulitan yang berarti.


”Mahasiswa dapat memahami cukup baik dengan saran-saran yang kami berikan, walaupun beberapa kali ada revisi, tetapi hal itu dapat diselesaikan dengan baik oleh kedua mahasiswa tersebut,” tutur Ardilla.


Ardilla berharap kepada kedua mahasiswi untuk selalu bersyukur atas pencapaiannya terutama penghargaan yang didapat sebelumnya.


”Untuk Hayatul dan Tiara, jangan lupa bersyukur untuk setiap pencapaian yang didapatkan, tetap semangat berkarya dan mengukir manfaat untuk orang banyak karena sebaik-baik manusia adalah dia yang bisa bermanfaat memberikan kebaikan,” katanya.


Menanggapi hal yang sama, dosen Farmasi UMBandung Dr. apt. Dwintha Lestari, M.Si. mengatakan selama bimbingan berlangsung, kedua mahasiswa tersebut sangat antusias dan memiliki gagasan yang luar biasa.


”Ide-ide mereka luar biasa dan sangat antusias mengikuti lomba esai tersebut, kita hanya memoles sumbernya saja dan menambahkan artikel dari jurnal international agar lebih up-to-date dan menarik,” ujar Dwintha.


Dwintha berharap kepada Hayatul dan Tiara ke depannya jika ada kesempatan untuk bisa berpartisipasi dalam lomba-lomba lain di tingkat nasional bahkan level internasional.


”Diharapkan juga kemampuan menulis mereka ditingkatkan dan bisa mencapai pendidikan hingga jenjang S-3,” pungkasnya. [Firman Katon] 

X
X