Notification

×

Iklan

Iklan

Inilah 4 Jenis Camilan Khas Sunda yang Bisa Dinikmati di Kota Bandung

Kamis, September 30, 2021 | 20:09 WIB Last Updated 2021-09-30T13:09:20Z


NUBANDUNG
– Setiap daerah di Indonesia memiliki camilan khas yang biasa menjadi oleh-oleh. Termasuk di Kota Bandung banyak dijumpai camilan khas daerah, didominasi camilan tradisional Sunda (Jawa Barat).


Berikut ini ada 4 camilan khas di Kota Bandung yang bercita rasa lezat dan otentik. Jangan lupa dicicipi dan bawa sebagai oleh-oleh kala berlibur ke Kota Kembang tersebut.


1. Opak


Pertama kali, opak dikenal di daerah Sunda, wilayah Jawa Barat, terutama kawasan Priangan. Namun kini banyak dijumapi di setiap daerah di Jabar, termasuk di Kota Bandung.


Opak terbuat dari tepung beras yang telah dibumbui dicampur dengan air, kemudian ditumbuk sehingga berbentuk adonan lunak. Adonan ini lalu diambil sebagian dan dibentuk lembaran-lembaran tipis dan dikeringkan.


Setelah kering, lembaran dipanggang di atas bara api hingga melunak dan renyah. Di beberapa daerah di Jabar, opak juga merujuk ke kerupuk enye atau kecimpring. Walaupun faktanya,  kedua makanan itu merupakan jenis kerupuk yang berbeda. Baik dari cara pembuatan, tekstur, dan rasa.


2. Onde-onde


Berikutnya ada onde-onde, sejenis kue jajanan pasar yang populer di Indonesia. Onde-onde mudah ditemukan di pasar tradisional maupun dijual di pedagang kaki lima di pinggir jalan. Kue ini juga populer, khususnya di daerah Pecinan, baik di Indonesia maupun luar negeri.


Onde-onde berbahan dasar tepung terigu ataupun tepung ketan yang digoreng atau direbus. Lalu permukaannya ditaburi biji wijen.  Varian yang paling dikenal yakni onde-onde dari tepung ketan dan di dalamnya diisi bubuk kacang hijau.


Aneka varian lainnya, hanya dibuat dari tepung terigu dan diberi warna pada permukaannya, seperti putih, merah, atau hijau yang dikenal sebagai onde-onde gandum.


3. Misro


Camilan yang satu ini merupakan kuliner khas Priangan dan memiliki cita rasa yang manis. Misro adalah kependekan dari amis dijero (artinya: manis di dalam). Misro biasa dinikmati dengan bajigur atau bandrek.


Camilan manis tersebut, terbuat dari parutan singkong yang dibentuk bulat atau lonjong tengahnya diberi gula merah kemudian digoreng hingga matang.


4. Peunyeum


Terakhir, ada camilan khas Kota Bandung yang sudah sangat terkenal. Dan memiliki banyak penikmat baik dari Kota Bandung ataupun luar Kota Bandung.


Peuyeum terbuat dari olahan singkong yang difermentasi dan memiliki cita rasa yang khas. Cukup mudah untuk membuat dan mengolah peuyeum.


Cara membuatnya, diawali dengan menyiapkan bahan dasar singkong, air, dan ragi. Pertama, singkong usai dikupas kulitnya, dicuci bersih, kemudian direbus hingga berubah tekstur menjadi agak lembut.


Kemudian singkong dibungkus dengan daun pisang yang sudah ditaburi ragi sebelumnya. Setelah itu, singkong ditata rapi dan dibiarkan selama 2 atau 3 hari dalam wadah tertutup. Jika sudah 2 atau 3 hari, singkong akan berubah menjadi peuyeum dan siap untuk disantap.

X
X