Pemuda, Perjuangan, Penggerak dan Pemberi Solusi

Notification

×

Iklan

Lazada.co.id

Iklan

Lazada.co.id

Pemuda, Perjuangan, Penggerak dan Pemberi Solusi

Kamis, 23 Desember 2021 | 09:55 WIB Last Updated 2021-12-23T02:55:44Z


Oleh: Ace Somantri,
Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bandung


NUBANDUNG – “Darah muda darahnya para remaja”, salah satu kalimat dalam sebuah syair lagu yang dilantunkan penyayi legendaris Roma Irama.


Makna dari kalimat tersebut memberikan pesan kepada para pemuda bahwa gerak dan langkanya tampil beda dan memberikan warna. Namun, tidak asal beda. Darah muda identik dengan simbol semangat dan keberanian dalam berbuat.


Pemuda merupakan simbol spirit perjuangan, perlawanan terhadap kaum penjajah, dan inisiator kemerdekaan NKRI sebagai bukti nyata darah muda memang beda. Regenerasi terus bergulir penuh dinamika.


Perubahan abad dari masa ke masa membuat semakin jelas siapa pemain utama dalam pergerakan dalam memajukan bangsa dan negara. Di mana pun berada, pemuda ditunggu kiprah, langkah, dan geraknya dalam perubahan masa dan menjadi asa.


Regenerasi kepemimpinan dalam pemerintahan tingkat pusat hingga daerah, komunitas, dan kelompok organisasi masyarakat. Saat ini pembeliaan kepemimpinan tengah berlangsung di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Bandung.


Terpilihnya Dadang Supriatna adalah bukti adanya pergeseran trust public pada sosok muda. Berharap sebagai simbol darah muda mampu melakukan terobosan-terobosan baru dalam meningkatkan kapasitas pemerintah Kabupaten Bandung lebih berkemajuan.


Kabupaten Bandung salah satu etalase ibu kota provinsi Jawa barat. Oleh karena itu, harus menunjukkan perbedaan yang tampak di bandingkan dengan daerah-daerah lainnya, terlebih saat ini dipimpin sosok muda.


Selain itu, kolaborasi harus menjadi model dan pola dalam manajemen pemerintahan yang berbasis pelayanan. Tujuannya tentu untuk mewujudkan good government.


Kolaborasi menuntut situasi lebih bervariasi. Pemuda harus tampil menjadi pemberi solusi di berbagai sisi tanpa keluar dari visi dan misi.


Bonus demografi menjadi motivasi bagi generasi khususnya para pemuda yang memiliki mimpi, bukan berhalusinasi. Buktikan diri menjadi generasi yang peduli pada negeri, bukan menjadi parasit dan duri, apalagi mencaci dan memaki tanpa ada solusi.


Peluang dan kesempatan terbuka lebar, ruang curah ide dan gagasan bebas berekspresi. Pemuda harus siap kolaborasi dengan siapa pun untuk berkontribusi yang lebih pasti. Kritik dan saran di berbagai aspek kehidupan harus tetap dinamis menjadi ruang-ruang adu argumentasi antar generasi.


Semoga pemimpin baru dan darah muda mampu menebar virus semangat dan spirit pemuda dalam pembangunan daerah kabupaten Bandung lebih akseleratif.