Inilah Cara Ushuluddin, Ciptakan Atmosfir Penelitian dan Publikasi Ilmiah Berkualitas

Notification

×

Iklan

Iklan

Inilah Cara Ushuluddin, Ciptakan Atmosfir Penelitian dan Publikasi Ilmiah Berkualitas

Selasa, 10 Mei 2022 | 22:37 WIB Last Updated 2022-05-11T03:56:14Z

NUBANDUNG.ID - Upaya menciptakan atmosfir penelitian dan publikasi ilmiah yang berkualitas, Kelas Menulis Fakultas Ushuluddin (FU) UIN Sunan Gunung Djati Bandung bekerjasama dengan Rumah Jurnal dan "Writing Center" Sentra Publikasi Indonesia menggelar Academic Writing Class secara hybrid (online dan offline) dari tanggal 10 Mei sampai 18 Juni 2022. 


Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, MT., resmi membuka Kelas Penulisan Akademik secara daring melalui aplikasi zoom meeting, Selasa (10/05/2022). 


Dalam sambutannya, Dirjen Pendis sangat mengapresiasi acara yang digagas Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Bandung Dr. Wahyudin Darmalaksana M.Ag sebagai ikhtiar bersama untuk menghidupkan kultur penelitian dan publikasi ilmiah yang berkualitas. Ini dihadiri Wakil Rektor I UIN Bandung Prof. Dr. H. Rosihon Anwar M.Ag. dan diikuti lebih dari 200 peserta lintas perguruan tinggi. 


Dorong PTKI Ikuti Ushuluddin UIN Bandung


Prof Dhani, sapaan akrabnya menegaskan dengan penelitian yang berkualitas akan menghasilkan publikasi yang baik pula, karena publikasi adalah artefak penelitian.


Sumber peradaban adalah penelitian, sedangkan penelitian adalah proses investigasi, pengumpulan data, verifikasi, kemudian melalui proses analisa kesimpulannya disampaikan ke publik dalam bentuk informasi, sehingga menjadi pengetahuan.


Mengutip Rene Deskartes yang menyatakan Omnibus Dubitandum. Segala sesuatu harus diragukan, sehingga dalam penelitian perlu poses konfirmasi dan verifikasi yang objektif. Karena penelitian memiliki sifat kebenaran objektif, dimana “Penelitian adalah suatu pemikiran yang sistematis yang mengkaji berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan data dan penafsiran fakta-fakta, bukan sekedar opini atau harapan,” tegasnya. 


Prinsipnya, penelitian itu harus terbuka yang dipakai oleh siapa saja, “Penelitian merupakan suatu cara yang sistematik yang bertujuan meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan sehingga dapat disampaikan atau dikomunikasikan serta diuji atau diverifikasi oleh peneliti lain,” ujarnya.


Penelitian harus teruji dengan prosedurnya logis dalam memperoleh keputusan. "Karena Penelitian adalah suatu metode bertujuan untuk menemukan kebenaran yang dilakukan dengan usaha-usaha yang cermat untuk memperoleh fakta atau prinsip, dengan cara mengumpulkan dan menganalisis data informasi yang dilaksanakan dengan jelas, teliti, sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelas Prof Dhani.


Diakuinya, Dekan Fakultas Ushuluddin Dr.Wahyudin Darlamalaksana M.Ag yang telah menjadi motivator dalam gerakan literasi di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. “Hasil penelitian yang telah menjadi informasi dan pengetahuan akan dicatat dalam sejarah, dan menjadi artefak jejak kontribusi UIN Bandung dalam keterlibatan pembangunan Indonesia maju dan berperadaban,” ujarnya.


Dunia literasi telah lama menjadi konsen beliau jauh sebelum menjabat Dirjen Pendis Kemenag RI. Karena itu, harus menjadi konsen para akademisi khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).


Mengingat pola literasi menjadi yang terbaik dalam mengangkat prestasi akademik perguruan tinggi di tingkat Nasional maupun Dunia Internasional. Selain itu, melalui budaya literasi kemampuan akademik mahasiswa, dosen, dan civitas akademika lainnya bisa ditujukan dan bermanfaat dalam tumbuh-kembangnya sebuah bangsa menjadi maju dan berbudaya.


“Saya berharap, semua insan akademis menyadari hal itu. Kegiatan ini menjadi pola terbaik untuk meningkatkan kualitas akademisi, dan mendongkrak prestasi lembaga pada aspek penelitian dan publikasi ilmiah. Mari kita dorong, kita tiru apa yang telah dilakukan Fakultas Ushuluddin UIN Bandung dalam publikasi karya ilmiah. Dengan itu, peradaban akan menyimpan artefak yang kita tinggalkan dan akan menjadi bukti kontribusi kita pada kemajuan bangsa dan negara,” tegas Prof Dhani.


Fakultas Lain Ikuti Langkah Ushuluddin

Sementara, Prof. Dr. Rosihon Anwar, M.Ag., mewakili Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, turut mengapresiasi kerja keras Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Bandung Dr. Wahyudin Darmalaksana MAg, hingga meminta Fakultas lain di UIN Bandung meniru apa yang telah dilakukan Fakultas Ushuluddin.


“Kegiatan ini dapat menghidupkan ilmu-ilmu kita, karena sumber peradaban adalah penelitian. Di tingkat Universitas kita telah menetapkan program Rumah Jurnal. Salah satu kebijakannya adalah kelas menulis. Ini sangat sesuai dengan apa yang dilakukan Dekan Fakultas Ushuluddin, dan ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam mengangkat prestasi UIN Bandung di tingkat Nasional dan Global,” tandas Prof Rosihon.


Maju atau hancurnya sebuah peradaban di dunia bisa dilihat dari karya tulis yang ditinggalkanya. “Semakin banyak artefak dalam bentuk karya tulis yang ditemukan bisa disimpulkan bahwa peradaban tersebut sudah maju,” ujarnya.


Karena itu, Prof Rosihon berharap upaya di tingkat Universitas dalam hal publikasi karya ilmiah tidak hanya dilakukan Fakultas Ushuluddin. “Sekali lagi saya memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada fakultas Ushuluddin yang telah menggagas kelas menulis, atas nama Rektor saya berharap langkah ini juga dilakukan oleh fakultas lain di lingkungan UIN Bandung,” pintanya.


Dengan adanya kegiatan publikasi artikel ilmiah yang dilakukan Fakultas Ushuluddin melalui Kelas Menulis akan menjadi gerakan yang memberi kontribusi besar ke arah kemajuan. “Bukan semata kemajuan UIN Bandung, tapi akan memberi kontribusi besar dalam kemajuan masyarakat Indonesia,” jelasnya. 


Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag menuturkan kegiatan Academic Writing Class dilaksanakan secara hybrid. "Kegiatan ini adalah bentuk semangat akademisi untuk menciptakan atmosfir penelitian dan publikasi ilmiah yang berkualitas. Untuk yang online digelar sejak hari ini sampai tanggal 24 Mei. Sedangkan yang offline, Writing Sprints akan dilakukan pada tanggal 16-18 Juni yang dibatasi 10 orang setiap gelombangnya. Dengan tujuan menjadikan menulis artikel untuk sasaran publikasi di jurnal ilmiah," tutur Yudi sapaan akrabnya.


Untuk materinya berisi tentang pembahasan  pedoman penelitian, penyusunan proposal penelitian, penyajian modul penulisan artikel ilmiah, penulisan artikel ilmiah, writing sprints dan orientasi publikasi ilmiah. 


“Acara pelatihan juga akan diisi dengan Writing Class Champ Sprint (lomba menulis secara cepat) yang dilakukan secara offline di Aula Fakultas Ushuluddin," ujarnya.


Mahasiswa dengan kemampuan skill menulis artikel ilmiah, bukan saja memenuhi harapan orang tua yang telah mengirimkan mereka ke kampus, melainkan lebih dari itu merupakan bentuk pemenuhan kapasitas dirinya di tengah-tengah berbagai tantangan untuk terus berkembang.


Sayangnya, penulisan artikel ilmiah dikesani sebagai subjek yang pelik dalam horizon akademisi, terlebih bagi mahasiswa di sejarah berlangsungnya dunia pendidikan tinggi. 


Tidak untuk bermaksud menyederhanakan bidang kepenulisan artikel ilmiah, pelaksanaan kelas menulis informal diyakini mampu membangkitkan semangat mahasiswa untuk pengembangan kapasitas skill publikasi di jurnal ilmiah yang dipastikan menjadi kebanggaan mahasiswa sendiri, orang tua, pendidikan tinggi, dan publik luas penerima manfaat.


Yudi mengatakan penelitian layaknya penambangan data yang perlu diolah, dianalisis, dan diinterpretasi sehingga dapat menghasilkan informasi, insight knowledge, hingga wisdom. 


Memang menulis bukan segalanya. “Namun demikian, banyak hal yang bisa didapatkan melalui kegiatan menulis,” pungkasnya.