7 Kearifan Lokal Sunda Berwawasan Alam di Jawa Barat

Notification

×

Iklan

Iklan

7 Kearifan Lokal Sunda Berwawasan Alam di Jawa Barat

Kamis, 31 Agustus 2023 | 11:52 WIB Last Updated 2023-08-31T04:52:06Z
Sumber: mogabay.co.id

NUBANDUNG.ID
- Banyak provinsi di Indonesia yang memiliki kearifan lokal atau warisan budaya, salah satunya adalah Jawa Barat. Suku Sunda adalah suku yang memiliki kearifan lokal paling mendominasi di Jawa Barat. 

Istilah kearifan lokal yang dimaksud merupakan kebijakan atau peraturan setempat, pengetahuan, serta kecerdasan masyarakat setempat. 

Maka dari itu kearifan lokal lahir berasal dari keyakinan, pemahaman, pengetahuan serta kebiasaan masyarakat lokal setempat. Lebih lanjut, kearifan lokal juga digunakan untuk menangkal masuknya kebudayaan dari luar yang dianggap tidak baik. 

Bagi masyarakat Sunda, masih ada beberapa kearifan lokal (local wisdom) yang digunakan sebagai pedoman kehidupan, menjaga keseimbangan alam, dan lain-lain. Tanpa berlama-lama, berikut contoh kearifan lokal Jawa Barat.

1. Nukilan


Kearifan lokal yang pertama adalah nukilan. Nukilan sendiri merupakan anjuran maupun larangan dalam menjalani kehidupan masyarakat. Menurut catatan, nukilan memiliki 317 ajaran yang berkembang di masayrakat. 

Semuanya berisi klasifikasi dalam bentuk anjuran dan larangan yang bersumber pada naskah klasik maupun sumber tertulis. 

2. Konsep Leuweung Kolot


Konsep yang mengandung kearifan lokal ini bertujuan untuk melindungi kawasan atau alam. Selain itu, konsep kearifan lokal ini juga mirip dengan konsep hutan lindung, atau larangan untuk memasuki kawasan tertentu. 

Faktanya, konsep Leuweung Kolot ini bertujuan untuk melindungi hutan penyangga yaitu, melarang untuk merambah maupun membuka hutan tanpa mendapatkan izin dari ketua adat.

3. Rumah Bambu Tahan Gempa


Kearifan lokal berikutnya dari Jawa Barat adalah adanya rumah Bambu Tanpa Gempa. Dikutip dari berbagai sumber, hampir 80 persen masyarakat Sunda memakai bambu sebagai bahan dasar untuk membangun rumah, bahkan mereka percaya bahwa dengan menggunakan bambu bisa memperkokoh bangunan hingga 20 tahun lamanya.

4. Reuneuh Mundingen


Reuneuh Mundingeun adalah kearifan lokal asli Jawa Barat yang diperuntukkan untuk wanita yang sedang hamil. Dalam ritualnya, ibu hamil akan diberi kalung klotok berbentuk kerbau. 

Kemudian diarak warga untuk datang ke kandang kerbau, arak-arakan tersebut juga diiringi dengan membaca doa, upacara ini juga dapat dipersingkat dengan mengelilingi rumah sebanyak 7 kali.

5. Pawai Jampana


Kearifan lokal selanjutnya adalah Pawai Jampana, kegiatan ini digelar pada hari-hari bersejarah seperti, kemerdekaan, atau hari jadi kota Bandung. 

Acara ini digelar dengan diikuti oleh beberapa orang yang memikul tandu besar dengan beberapa hidangan yang berasal dari panen atau hasil bumi.

6. Merlawu


Merlawu adalah kearifan lokal yang berasal dari Desa Kertabumi, Ciamis, Jawa Barat. Ritual adat dimulai dari berziarah ke makan leluhur untuk mengingat leluhur yang berjasa di Desa Kertabumi. 

Setelah itu, ritual dilanjutkan dengan menghadiri perayaan di Situs Gunung Susuru Desa Kertabumi. Ritual unik yang juga menjadi kesenian juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, banyak yang ingin mengetahui proses pelaksanaannya.

7. Payung Geulis


Yups, Payung Geulis ini menjadi salah satu kearifan lokal Jawa Barat. Bagaimana tidak, payung ini hanya diproduksi di Tasikmalaya lho. Payung ini tidak sembarang payung, karena menyimpan nilai historis, serta terbuat dari bambu, tudung dari bahan sejenis kertas semen, dan juga kain. 

Motifnya pun bermacam-macam, mulai dari tanaman, pemandangan dan motif lainnya yang dapat meningkatkan tampilan Payung Geulis itu sendiri.

Nah, buat kamu yang penasaran atau ingin memiliki Payung Geulis, tidak ada salahnya untuk berkunjung ke Tasikmalaya. Tetapi buat kamu yang ingin mengetahui kearifan lokal lainnya, jangan ragu untuk mengunjungi kota-kota di Jawa Barat salah satunya, Bandung. 

Dijamin tidak akan mengecewakan, sebab Bandung juga memiliki beragam wisata kuliner dan wisata alam yang menakjubkan.***