NUBANDUNG.ID — Jurusan Manajemen Keuangan Syariah (MKS), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), UIN Sunan Gunung Djati Bandung, menyelenggarakan kegiatan Bakti Desa 2026 di Desa Indragiri, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, pada 11–19 Januari 2026.
Kegiatan ini merupakan program tahunan yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Keuangan Syariah sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Bakti Desa 2026 mengusung tema “Optimalisasi Tiga Pilar: Sinergi Ekonomi, Pendidikan, dan Lingkungan Menuju Desa Indragiri yang Mandiri dan Berkelanjutan”. Program ini dirancang sebagai pengabdian terpadu yang menyasar berbagai aspek kehidupan masyarakat desa, mulai dari pendidikan, penguatan ekonomi, kesehatan, hingga pelestarian lingkungan.
Kegiatan Bakti Desa 2026 secara resmi dibuka di Aula Balai Desa Indragiri. Pembukaan dilakukan oleh Ketua Jurusan Manajemen Keuangan Syariah, Dr. H. Dadang Husen Sobana, M.Ag., bersama Sekretaris Desa Indragiri serta jajaran masyarakat setempat. Pembukaan ini menandai dimulainya rangkaian kegiatan pengabdian mahasiswa yang akan berlangsung selama sembilan hari di Desa Indragiri.
Acara pembukaan turut dihadiri oleh Sekretaris Jurusan Manajemen Keuangan Syariah, Dr. Vemy Suci Asih, S.T., M.E.Sy., serta Staf Jurusan Manajemen Keuangan Syariah, Elsa Yulandri, S.E., M.M.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Prof. Dr. H. Dudang Gojali, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan respons positif atas pelaksanaan kegiatan Bakti Desa tersebut. Ia menegaskan bahwa Bakti Desa merupakan bentuk konkret pembumian Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi dalam proses pendidikan tinggi.
“Melalui Bakti Desa ini, Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi dibumikan dalam praktik sosial, ekonomi, dan lingkungan. Mahasiswa belajar mencintai manusia, alam, dan kehidupan melalui aksi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa proses pembelajaran mampu melahirkan kontribusi sosial yang nyata. Ia juga menyoroti program unggulan Bakti Desa 2026, khususnya pendampingan UMKM dan penguatan wisata halal, serta upaya perluasan inklusi keuangan melalui pemanfaatan sistem pembayaran digital berbasis QR code bagi transaksi UMKM, yang dinilai strategis dalam mendorong kemandirian dan daya saing ekonomi desa.
Senada dengan Dekan FEBI, Ketua Jurusan MKS, Dr. Dadang Husen Sobana, M.Ag., dalam sambutannya, mengatakan pelaksanaan Bakti Desa 2026 ini juga menjadi bagian dari penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi yang dikembangkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
“Melalui pendekatan pengabdian berbasis nilai keislaman, kepedulian sosial, dan tanggung jawab ekologis, kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk menginternalisasi nilai cinta kasih, keadilan sosial, serta kesadaran lingkungan dalam praktik nyata di tengah masyarakat,” jelasnya.
Ketua Jurusan MKS mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tahunan tersebut. Ia menegaskan bahwa Bakti Desa menjadi ruang pembelajaran penting bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan sekaligus belajar langsung di tengah masyarakat.
“Dengan adanya program Bakti Desa ini, mahasiswa tidak hanya melakukan pengabdian, tetapi juga membuktikan implementasi ilmu yang telah dipelajari di ruang kelas. Ilmu tersebut menjadi lebih membumi dan tidak berhenti sebagai konsep yang bersifat menara gading,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Keuangan Syariah, Ramdhani Akbar, menjelaskan bahwa Bakti Desa 2026 dirancang sebagai program pengabdian terpadu untuk menjawab berbagai persoalan krusial yang dihadapi masyarakat Desa Indragiri. Kegiatan ini mengintegrasikan penguatan literasi keuangan, pendampingan UMKM, peningkatan kesadaran kesehatan, serta pelestarian lingkungan melalui pendekatan partisipatif dan berkelanjutan.
Ia menambahkan bahwa melalui sinergi bidang ekonomi, pendidikan, dan lingkungan, Bakti Desa diharapkan menjadi langkah awal yang transformatif dalam mendorong kemandirian desa sekaligus menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan. “Bakti Desa 2026 bukan sekadar agenda seremonial, melainkan wujud nyata komitmen mahasiswa untuk hadir, mendengar, dan bergerak bersama masyarakat,” ujarnya.
Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Parhan Abdul Aziz, menyampaikan bahwa Bakti Desa tidak hanya menjadi sarana silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat desa, tetapi sekaligus menjadi media pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami kondisi sosial, ekonomi, serta potensi lokal yang dimiliki masyarakat.
Menurutnya, melalui pendekatan partisipatif, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi positif, baik dalam bentuk edukasi, pendampingan, maupun penguatan kapasitas masyarakat desa. Lebih dari sekadar program kerja, Bakti Desa merupakan ikhtiar bersama untuk menumbuhkan semangat kolaborasi antara kampus dan masyarakat dalam membangun desa yang mandiri dan berdaya saing.
Dengan berlandaskan nilai-nilai keislaman, keilmuan, kepekaan sosial, serta kesadaran ekologis, Bakti Desa 2026 diharapkan mampu menciptakan dampak berkelanjutan serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat Desa Indragiri, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan semangat pengabdian di tengah masyarakat.



