AS Bakal Perang Saudara 2027?

Notification

×

Iklan

Iklan

AS Bakal Perang Saudara 2027?

Rabu, 14 Januari 2026 | 13:29 WIB Last Updated 2026-01-14T06:29:22Z

 


NUBANDUNG.ID -- Dalam negeri AS sedang meletup. Pasukan khusus imigrasi dan cukai (ICE) menangkapi orang-orang yang dicurigai sebagai imigran gelap. Taukan ini menutup wajahnya sehingga tak dikenal. Kenyataannya, ICE menangkapi orang-orang non kulit putih. 


Bahkan warga negara non kulit yang lahir di AS dan sudah warga negara, tetap ditangkap, dipenjara, disiksa dan dipulangkan ke "negara asal". Chanthila “Shawn” Souvannarath (44) misalnya ditangkap dan dipulangkan ke Laos. Padahal dia lahir di kamp pengungsi Thailand, dan umur 1 tahun keluarganya diterima di AS. Jadi dia belum pernah hidup di Laos. Dia "dipulangkan" ke Laos meski pengadilan federal memblokir pemindahannya. Tapi yaa Trump kan suka langgar hukum. 


ICE ternyata kebanyakan menangkap orang kulit hitam, atau berwarna, Amerika Latin, Asia atau kulit hitam. Sekalipun dia warganegara. Dengan menutup wajahnya, tak heran ICE dianggap milisi bersenjata. Karena rasis, ICE dijluki Ku Klux Klan (K3). Organisasi ini hidup mulai 1865 setelah perang saudara AS, dan (tidak betul-betul) mati tahun 1970-an. Dulu sporadis, hanya di beberapa negara bagian. Sedangkan ICE dibentuk Trump dan disebar ke seluruh Amerika. Jadi ICE disebut sebagai the New and Federalized K3 atau K3 yang terpusat diperluas ke seluruh AS!


Puncak kemarahan publik terjadi ketika agen ICE Jonathan Ross, menembak mati seorang ibu Renee Nicole Goods 7 Januari lalu. Walikota Mineapolis, Jacob Frey menentang dan mengusir ICE dari kotanya. Demo-demo besar terjadi di seantero AS. Tapi Trump membela Ross dan mengatakan ICE membela diri karena mau ditabrak mobil Renee. bahkan menuding si ibu satu anak ini sebagai teroris. Video netizen jelas, Ross dalam posisi aman.


Trump menyerang Venezuela, Iran dan Nigeria. Dia mau merebut Greenland dari Denmark, pernah bilang ingin jadikan Kanada sebagai negara bagian ke-51. Trump mau menyerang Iran, dia mengganti hakim-hakim dengan hakim konservatif. Trump mau memenjarakan Gubernur Bank Sentral Jerome Powell gara-gara tak mau menurunkan suku bunga. (Bayangkan presiden Indonesia minta gubernur BI menurunkan suku bunga Terus Gub BI menolak, dan presiden mau penjarakan dia) 


Trump punya pendukung ideologis yang fanatik bahkan pers menyebut cult ideology, yaitu gerakan Make America Great Again (MAGA). Gerakan ideologi ini berciri nasionalisme fanatik, populis, anti globalisme dan American First. Karena itu Trump keluar dari berbagai keanggotaan basan dunia seperti UNESCO, WHO, Perjanjian Paris tentang perubahan iklim dan lain-lain.

09.41


Dua tokoh yang satu aliran yaitu Pete Hagseth (menteri pertahanan) dan MArco Rubio (Menlu merangkap penasehat keamanan nasional). HAgseth pernah jadi presentar TV Fox, seorang kristen fanantik, mengubah Departemen Pertahanan (Department of Defense-DOD) menjadi Departemen of War. Marco seorang nasionalis kanan merangkap penasehat keamanan nasional (NSC). Hanya dia dan HEnry Kissinger yang pernah menjabat rangkap menlu dan penasehat keamanan.


Sepertinya masyarakat Amerika terbelah. Para walikota menentang ICE. Masyarakat demo. Para selebriti seperti Robert de Niro menyerukan "Make America Trumpless". Demo di mana-mana. Nama Trump juga sudah dikait-kaitkan dengan Dokumen Epstein. Jerry Epstein adalah tokoh papan atas, tapi banyak melakukan kejahatan seksual anak di bawah umur. Epstein mati di penjara pada 2019, sehingga memicu spekulasi konspirasi.


November nanti di Amerika akan ada pemilu sela. Pemilu ini memilih anggota Kongres (DPR) dan Senat (DPD). Tapi naga-naganya Trump ingin membatalkan pemilu sela ini. Tampaknya, kalau pemilu diadakan dalam situasi seperti ini, Partai Demokrat akan menang sehingga menguasai Kongres dan Senat. Bukan tidak mungkin kemudian Kongres dan Senat meng-impeach Trump.


Donald Trump kemudian memberikan kejutan-kejutan: menyerang Venezuela, mau menduduki Greenland, mungkin juga mau menyerang Iran, Kuba, Colombia dengan alasan membendung China dan Rusia. Dia juga sudah mulai keras terhadap Putin soal Ukraina. Semua perang ini bisa dia jadikan alasan untuk menunda pemilu.


Kalau pemilu ditunda, maka memasuki 2027 rakyat AS akan semakin terbelah. Belum ada pakar atau ahli strategi yang menganalisis ke arah itu. Tapi tangkapan-tangkapan di media sosial mengendus niat Trump untuk membatalkan pemilu dan mencium potensi perang saudara. Presiden memang tak berhak membatalkan, tapi Trump bisa semaunya.


Jadi apakah Trump, dengan dua penasehat fasisnya: Hagseth dan Rubio, mau menyerang Iran, Columbia, Kuba, atau Meksiko?

Yaa...kita lihat saja. Jika iya, terutama kalau menyerbu Iran, atau Ukraina, bakal terjadi Perang Dunia 3. Amit-amit.


Budhiana Kartawijaya, a geopolitics enthusiast.