Notification

×

Iklan

Iklan

Taman Cinta Mesjid

Minggu, Mei 16, 2021 | 17:50 WIB Last Updated 2021-09-13T15:45:47Z

 


Wahyudin Darmalaksana, Akademisi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

NUBANDUNG-Rekreasi menjadi kebutuhan warga. Namun, hampir tidak ada tempat dan sarana rekreasi yang murah. Terlebih wahana rekresasi di tengah-tengah kota sudah pasti mahal. Sepertinya tidak ada rekreasi yang murah –dalam arti terjangkau-- bagi pemenuhan kebutuhan warga. Kecuali di “Taman Cinta Mesjid” Kota Bandung.

 

Kota Bandung menerapakan konsep “Dua Pusat,” yakni “Kota Lama” dan “Kota Baru.” Pusat Kota Lama terletak di alun-alun Bandung. Pusat Kota Baru berada di Kawasan Gedebage Bandung Timur. Di situ ada Stadion “Bandung Lautan Api” dan “Mesjid Terapung Al-Jabar.”

 

Tulisan ini hendak membahas area baru “Taman Cinta Mesjid.” Tulisan ini tidak bermaksud mengekspose, hanya melakukan eksplorasi. Kalau ekspose harus izin dulu pengelola. Penulis juga belum tahu apakah dibuka untuk khalayak. Hanya perlu disebutkan bahwa lokasi ini sangat prospektus bagi wahana rekreasi.

 

Taman Cinta Mesjid disebut prospektus karena beberapa hal. Area ini ada di tengah pusat Kota Bandung. Tepatnya pusat kedua Kota Bandung. Lokasinya terjangkau dan akses mudah karena sedang dibuka penggarapan Pintu Tol. Sedangkan murah dan mahal itu relatif. Bisa jadi lokasi ini menjadi wahana wisata yang mahal di kemudian hari.

 

Udara segar merupakan hal utama yang bisa dijual di lokasi ini. Udara segar cukup mahal karena langka sekarang ini. Lebih-lebih udara segar di pusat-pusat kota pasti amat langka. Selain udara segara, masih banyak lagi hal yang bisa ditawarkan dan menjanjikan di lokasi ini.

 

Singkat cerita, kami tidak pergi ke mana pun. Ini mengingat ada larangan pemerintah tidak boleh mudik lebaran Idul Fitri. Kami mendukung kebijakan ini untuk mencegah penyebaran virus Covid.

 

“Hari Minggu ke mana ya? Ke Taman Cinta Mesjid, Yuk!” kataku. Pukul 06.00 WIB kami sudah tiba di lokasi. Lokasi ini berada di Jalan Cimencrang Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Tepatnya di samping Polda Jawa Barat Jalan Soekarno-Hatta, Bandung.

 

Kami ke sana beserta keluarga kecil. Tentu tetap mematuhi protokol kesehatan Covid. Ternyata ada banyak spot foto instagramable di sana loh! Ada banyak spot foto dengan latar belakang yang keren. Juga banyak aktivitas bisa dilakukan di situ. Berikut akan diuraikan satu-persatu agar tidak penasaran.

 

Udara Segar Taman Cinta Masjid
Taman ini berada di sebelah Mesjid Kampus II UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dinamai “Taman Cinta Mesjid” karena letak taman berada di sebelah mesjid.” Di taman itu ada dua kolam ikan besar. Lanskap taman masjid dengan paduan kolam ikan membuat tempat ini menjadi keren banget Guys! Berada di sini terasa adem loh! Kita bisa foto-foto di sini sambil menikmati udara segar. Udara di taman ini dirasakan benar-benar segar. Taman ini diresmikan oleh Prof. Dr. Mahmud, M.Si., Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung Tahun 2021.

Memberi Makan Ikan Hias
Tadi disebutkan di sekitar masjid ada dua kolam ikan. Satu kolam ikan berbentuk “Love.” Di situ ikan hias banyak sekali. Pengunjung boleh memberi makan ikan-ikan hias ini. Pakan ikan disediakan bisa ambil sendiri tetapi membayar infak sukarela ke kotak amal. Di tengah kolam ikan terdapat air mancur. Ini yang membuat area taman telihat asri dan terasa sejuk. Memberi makan ikan-ikan hias menjadi hiburan tersediri yang mengasyikan juga shadaqoh. Wisata ini sangat mengesankan loh!

 

Terapi Kesehatan Dokter Ikan
Di situ juga ada terapi ikan yang dikenal pula spa ikan. Terapi ikan dilakukan dengan cara mencelupkan kaki ke selokan berisi ikan-ikan kecil yang disebut “ikan dokter” (Garra Rufa). Ikan ini menggerogoti kulit kaki yang mati untuk membentuk kulit baru. Digigit ikan-ikan kecil terasa geli dan sedikit menyakitkan, tetapi seru dan menyehatkan! Jika sempat berkunjung ke sini, jangan lewatkan terapi kesehatan oleh dokter ikan.

Olah-raga Mengayuh Sepeda
Bermain sepeda jangan dilewatkan pula. Ini sih bukan sekedar bermain, namun olah-raga sungguhan. Bayangkan kita mengayuh sepeda di area seluas 30 hektare. Lumayan lelah dan pasti berkeringat, namun sehat. Sejauh mata memandang sambil mengayuh sepeda tampak hamparan sawah yang hijau. Di sini kita bisa foto-foto dengan latar belakang Mesjid Al-Jabar. Jika menghadap ke selatan maka berlatar-belakang Gunung Manglayang. Sungguh pemandangan yang menarik nan eksotik.

Nah, sampai di sini dulu ya! Kalau mau ke lokasi ini tentu harus izin dulu. Hubungi saja pengelola Taman Cinta Mesjid ini. Sebaiknya sih tunggu sampai wahana ini dibuka untuk khalayak luas.





X
X