Kampung Kancil, Kampung Cinta Ilmu di Kota Bandung

Notification

×

Iklan

Iklan

Kampung Kancil, Kampung Cinta Ilmu di Kota Bandung

Minggu, 20 Juni 2021 | 18:20 WIB Last Updated 2021-06-20T11:55:18Z


NUBANDUNG
– Sebuah kampung berkonsep unik dan penuh warna terdapat di Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. RT 02 RW11 disulap menjadi Kampung Cinta Ilmu alias Kampung Kancil.


Di beberapa sudut dinding, terlihat sebuah lukisan pemandangan dan hewan semisal kancil. Lukisan tersebut mengesankan suasana kampung yang ceria. Kemudian di sisi jalan dekat kolam, terlihat beberapa pedagang menjajakan makanan ringan semisal gorengan dan sosis. Di depan sebuah sekolah, terlihat banyak anak kecil sedang bermain benteng-bentengan.


Konsep Kampung Kancil diinisiasi oleh seorang pemuda bernama Hamzah Hayatullah sejak Januari 2018. Awalnya, ia membangun kampung ini dilandaskan kecemasannya melihat gaya hidup anak muda yang tidak lepas dari gadget. Selain menghias kampung, ada pula program dua jam tanpa gadget bagi anak-anak Kampung Kancil.


“Anak kecil PAUD saja main gadget, makannya ada program dua jam tanpa gadget, kami ingin menghidupkan permainan tradisional untuk melupakan hal-hal itu. Gadget akan merusak karakter adik-adik kita,” ujar Hamzah.


Sebelum menuju perubahan gaya hidup, Hamzah juga berkeinginan mengubah fisik Kampung Kancil, karena itulah ada hiasan berupa lukisan dan pengecatan di sudut-sudut kampung.


“Jika ingin melakukan perubahan, fisiknya dulu, semisal melukis dan mural. Minimal ketika warga melihat, enak untuk mata, apalagi untuk anak-anak bisa nyaman,” ujar Mahasiswa S2 Jurusan Komunikasi Penyiaran UIN Bandung.


Pengecatan dan pelukisan mural di dinding rumah warga dikerjakan mahasiswa UIN yang tinggal atau menyewa kos di sekitar Kampung Kancil. Awalnya Kampung Kancil dibangun dari uang donatur.


Tetapi, sekarang warga pun sudah tergerak utuk memberi kontribusi lebih pada Kampung Kancil. Sekarang warga setiap bulannya memiliki uang sekira Rp 400 ribu untuk perawatan Kampung Kancil.


“Biaya itu kami berembuk, pedagang bersedia menyumbangkan Rp 2000 per hari untuk perawatan Kampung Kancil,” ujarnya.


Selain memperindah fisik dan membudayakan permaianan tradisional, Hamzah juga mengadakan program kelas minat dan bakat. Saat ini ia sudah menggelar kelas melukis, kelas vokal, dan kelas seni.


“Total sekira 25 anak, dari kelas 2 SD sampai 5 SD,”ujarnya.


Untuk penyelenggaraan kelas, Hamzah Hayatullah selalu menggunakan ruang terbuka, semisal di depan sekolah atau di lapangan.


Ketua RT 02/RW 11 Kelurahan Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Abdul Gani, mengapresiasi langkah dan gerakan yang diinisiasi Hamzah Hayatullah. Ia mengatakan, sebelum diubah menjadi Kampung Kancil, suasana RT 02 gelap.


“Awalnya gelap, biasa saja. Kalau nongkrong di sini, kesannya jadi negatif,” ujarnya menceritakan masa lalu kampungnya sebelum berubah menjadi Kampung Kancil.


Setelah diubah menjadi Kampung Kancil, Abdul Gani juga bermimpi kampungnya menjadi lokasi wisata. Hamzah Hayatullah juga berencana mengembangkan Kampung Kancil dengan menambah berbagai fasilitas semisal wahana becak air agar menarik wisatawan.