Elon Musk Harap NASA dan China Kolaborasi di Luar Angkasa

Notification

×

Iklan

Iklan

Elon Musk Harap NASA dan China Kolaborasi di Luar Angkasa

Senin, 27 September 2021 | 10:55 WIB Last Updated 2022-03-22T10:16:45Z


NUBANDUNG
- Elon Musk ingin NASA dan China bekerjasama dalam mengembangkan industri luar angkasa. Tapi keinginan Musk ini langsung dihadang oleh masalah politik yang cukup besar.


Musk mengutarakan harapannya tersebut saat merespons artikel The Mars Society yang berjudul 'US and China: Cooperation or competition in space?".


"Sejumlah kerjasama akan bagus," tulis Musk dalam cuitannya di Twitter, seperti dikutip dari Futurism.


Tapi keinginan Musk ini sepertinya hanya sebatas harapan karena pemerintah Amerika Serikat memiliki peraturan yang melarang NASA untuk berkolaborasi dengan China.


Pada tahun 2011, Kongres AS mengesahkan Wolf Amendment yang melarang NASA menggunakan dana federal untuk melakukan kerjasama bilateral dengan pemerintah China tanpa persetujuan FBI dan Kongres AS. Aturan ini disahkan untuk mencegah praktek spionase yang dilakukan militer China.


Akibatnya China tidak bisa mengakses International Space Station (ISS) seperti negara mitra NASA lainnya. Mereka pun memutuskan mengembangkan stasiun luar angkasanya sendiri yang diberi nama Tiangong.


Musk tidak mengatakan bentuk kerjasama apa yang ia harapkan terwujud antara NASA dan China. CEO SpaceX ini mungkin terinspirasi melihat kesuksesan China mendaratkan robot penjelajah di Mars dan upaya mereka membangun stasiun luar angkasanya sendiri.


Atau mungkin Musk melihat NASA dan Rusia akan menghentikan operasional ISS pada tahun 2024. Jika ISS berhenti beroperasi, maka AS dan NASA tidak lagi memiliki kehadiran yang permanen di luar angkasa.


Tidak hanya itu, SpaceX juga mengandalkan peluncuran kargo dan awak ke ISS sebagai salah satu sumber pendapatan terbesar. Musk tentu tidak ingin perusahaannya kehilangan sumber pendapatan utama, dan mungkin berencana memanfaatkan stasiun luar angkasa China untuk tetap bolak-balik ke luar angkasa.


Tidak seperti Kongres AS yang keras terhadap China, Musk justru memiliki hubungan yang cukup baik dengan Negeri Tirai Bambu, terutama lewat perusahaan mobil listriknya Tesla. Belum lama ini Musk memuji mobil listrik buatan China meski mereka merupakan kompetitor besar Tesla.