Notification

×

Iklan

Iklan

Limbah Domestik dan Industri Cemari Sungai di Cimahi, Muaranya Ke Citarum

Selasa, September 14, 2021 | 18:25 WIB Last Updated 2021-09-14T11:25:00Z


NUBANDUNG
- Mayoritas sungai di Cimahi telah tercemar limbah baik domestik maupun limbah industri. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan terhadap upaya pemulihan sungai Citarum karena seluruh sungai di Cimahi bermuara ke Citarum.


Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat mencatat tingkat oksigen terlarut dalam air yang diperlukan oleh mikroorganisme atau BOD (Biological Oxygen Demand) dan jumlah kebutuhan senyawa kimia terhadap oksigen atau COD (Chemical Oxygen Demand) di sungai Cimahi sangat tinggi.


"Tercemar limbah domestik yang ditandai ambang batas BOD dan COD-nya tinggi. Kalau yang berada di kawasan industri bercampur dengan kandungan logam berat," ungkap Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat, Meiki W Paendong saat dihubungi, Selasa 14 September 2021.


Dikatakan Meiki, tercemarnya aliran sungai di Kota Cimahi otomatis akan berdampak terhadap aliran Sungai Citarum. Sebab, anak sungai yang ada di Kota Cimahi pada akhirnya akan bermuara di Sungai Citarum.


Untuk itu, kata dia, untuk penanganan Sungai Citarum Harum seharusnya juga mencakup anak sungai yang berada di Cekungan Bandung. Termasuk di Kota Cimahi yang sudah masuk kategori tercemar berat.


"Tentunya akan berpengaruh terhadap kualitas air Sungai Citarum. Itu yang harus dicermati. Jadi penanganan Sungai Citarum harus mencakup semua anak sungainya. Misalnya yang berada di Cekungan Bandung salah satunya Cimahi," sebut Meiki.


Meiki meyakini pemerintah pusat maupun pemerintah daerah sudah memiliki instrumen dalam penanganan sungai. Termasuk Pemkot Cimahi. Hanya saja, kata dia, tinggal impelemntasinya di lapangan yang selama ini menurutnya cenderung tak konsisten.


Untuk limbah industri, kata Meiki, seharusnya pemerintah lebih melakukan pengawasan langsung semisal sebulan sekali. Sebab, ujar dia, bukan tak mungkin masih ada perusahaan yang membuang limbah secara langsung ke anak sungai.


"Harus ada impelemnatsi pengawasan dan penegakan hukum. Kalau ada komitmen harus terus diawasi, kalau melanggar harus ditindak tegas karena masuk pidana," tugasnya.


Kemudian untuk penanganan limbah domestik, lanjut Meiki, harus ada pembinaan yang berkelanjutan kepada masyarakat. Selain itu, kata dia, penyediaan IPAL untuk limbah domestik pun harus diperbanyak.


Terpisah, Kepala Bidang Tata Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi Amy Pringgo Mardhani mengakui, sungai di Kota Cimahi dalam kondisi tercemar berat. Mayoritas penyebabnya lantaran limbah domestik.


"Kondisinya berat. Paling banyak itu limbah domestik," ujarnya.


Tahun ini, terang Amy, pihaknya akan bekerja sama dengan salah satu perguruan tinggi untuk mengidentifikasi beban pencemaran sungai di Kota Cimahi. Hasil identifikasi ini akan menjadi salah satu acuan pihaknya untuk melakukan penanganan pencemaran sungai.


"Kita mengidentifikasi beban pencemaran di sungai Kota Cimahi. Nanti kita coba ukur," sebutnya.

X
X