Ingin Melamar Jadi Dosen, Yuk Biasakan Riset dan Publikasi Ilmiah

Notification

×

Iklan

Iklan

Ingin Melamar Jadi Dosen, Yuk Biasakan Riset dan Publikasi Ilmiah

Kamis, 04 April 2024 | 09:30 WIB Last Updated 2024-04-04T03:55:30Z


 


Wahyudin Darmalaksana, Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Bandung dan Sentra Publikasi Indonesia


NUBANDUNG.ID -- Jika lulusan S1 melanjutkan S2, maka sasaran peluang karier yang terbesar adalah menjadi dosen atau tenaga fungsional lain, seperti peneliti, konsultan, penyuluh, dan banyak lagi yang lainnya.

 

Bagi lulusan S2, peluang karier yang harus digarisbawahi adalah tenaga fungsional. Yaitu, tenaga yang berfungsi dan bertugas memberikan pelayanan fungsional. Tenaga fungsional dibedakan dengan tenaga struktural yaitu tenaga yang ada di dalam struktur organisasi, seperti staf, sub bagian, kepala bagian, dan seterusnya. Posisi pimpinan dalam struktur organisasi biasanya dijabat oleh sumber daya fungsional dengan tugas tambahan misalnya rektor.


 

Ada tiga ruang yang mengakomodasi sumber daya fungsional, yaitu pertama Aparatur Sipil Negara (ASN), kedua, swasta, dan ketiga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ketiga ruang ini mengakomodasi sumber daya fungsional melalui rekrutmen pegawai.

 

Tulisan ini mengambil fokus berkenaan dengan tips melamar menjadi tenaga fungsional dosen. Bagi pelamar, hal yang mesti disiapkan adalah kompetensi kepribadian, pengetahuan, dan keterampilan. Hal pertama merupakan yang paling utama tetapi yang terakhir bukannya tidak utama. Bidang keterampilan tenaga dosen terutama riset dan publikasi ilmiah. Yaitu penelitian berdasarkan bidang keilmuan dan publikasi hasil penelitian tersebut di jurnal ilmiah.

 

Keterampilan riset dan publikasi ilmiah harus dimiliki oleh calon tenaga dosen. Sebab, aspek ini termasuk pilar utama di pendidikan tinggi. Semua pendidikan tinggi memiliki tagihan publikasi ilmiah tenaga dosen, baik dilaksanakan secara mandiri maupun kemitraan bersama mahasiswa. Publikasi ilmiah tenaga dosen menjadi indikator dalam asesment akreditasi pendidikan tinggi. Jika calon tenaga dosen tidak memiliki keterampilan riset dan publikasi ilmiah, maka kerugian dan menjadi beban bagi pendidikan tinggi.


 

Bagi sumber daya muda lulusan S2 yang meminati menjadi dosen sangat diutamakan memiliki kapasitas keterampilan riset dan publikasi ilmiah. Lalu, ajukan lamaran atau mengakses peluang rekrutmen dosen apakah melalui penerimaan ASN ataukah di lingkungan swasta. Upayakan pihak pendidikan tinggi mengetahui pengalaman dan terlebih jejak riset dan publikasi ilmiah melalui potofolio.

 

Sebagai tips melamar menjadi dosen, usahakan pihak pendidikan tinggi mengetahui bahwa pelamar produktif dalam riset dan publikasi ilmiah. Hal terakhir ini amat penting karena pendidikan tinggi pada dasarnya sangat membutuhkan sumber daya dosen yang mumpuni di bidang riset dan publikasi ilmiah.