NUBANDUNG.ID -- Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui Program Community Development (EQUITY) kembali melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahap kedua yang berlangsung pada tanggal 13–16 Januari 2026 di SMAN 1 Kadugede, Kabupaten Kuningan.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari tahap awal berupa survei kebutuhan sekolah yang telah dilakukan sebelumnya, guna memastikan program yang diimplementasikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan satuan pendidikan.
Hari pertama kegiatan diawali dengan Kuliah Umum yang secara resmi dibuka oleh Kepala SMAN 1 Kadugede, Rhida Jaya Bhuana, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada ITB atas pelaksanaan Program Community Development (EQUITY) di SMAN 1 Kadugede. "Implementasi teknologi Content Delivery Network (CDN) sebagai bagian dari akselerasi digitalisasi sekolah diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan," tegasnya.
Ketua Tim Program Community Development (EQUITY) STEI ITB, Prof. Dr. Ir. Nana Rachmana Syambas, M.Eng., dalam paparannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi konsep Education of Things dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di tingkat sekolah menengah.
Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, serta Kabupaten Morotai, Maluku Utara. " "Kabupaten Kuningan menjadi lokasi berikutnya sebagai wujud komitmen ITB untuk hadir secara langsung di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan pendidikan nasional," jelasnya.
Kuliah umum dilanjutkan dengan penyampaian materi bertema “Sekolah Unggulan” yang menekankan peran strategis guru sebagai agen perubahan, selain peran siswa dan dukungan fasilitas. Materi difokuskan pada pengembangan pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) yang relevan, kolaboratif, dan berorientasi pada pemecahan masalah nyata di lingkungan pendidikan. Kegiatan ini diikuti oleh 70 orang guru SMAN 1 Kadugede, serta dihadiri perwakilan dari Universitas Kuningan yang diwakili oleh Ketua LPPM dan Dekan Fakultas Ilmu Komputer.
Selain kegiatan di sekolah, Tim Program Community Development (EQUITY) STEI ITB juga melaksanakan audiensi dengan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan, Purwadi Hasan Darsono, S.Hut., M.Sc., yang bertempat di Kantor Bappeda Kabupaten Kuningan.
Dalam pertemuan tersebut, Plt. Kepala Dinas menyambut baik dan memberikan apresiasi atas pelaksanaan Program Community Development (EQUITY) oleh Tim STEI ITB. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya peningkatan kualitas pendidikan dan percepatan transformasi digital di Kabupaten Kuningan, serta diyakini akan membawa dampak positif tidak hanya bagi SMAN 1 Kadugede, tetapi juga bagi pengembangan pendidikan di Kabupaten Kuningan secara umum.
Pada hari kedua dan ketiga, kegiatan dilanjutkan dengan serangkaian pelatihan untuk guru, meliputi pengenalan Artificial Intelligence (AI) untuk pendidikan, teknik penyusunan prompt AI, pembuatan slide presentasi berbasis AI, pembuatan soal dengan bantuan AI, pembelajaran AI menggunakan Teachable Machine, serta diskusi dan studi kasus penerapan AI dalam pembelajaran. Seluruh sesi pelatihan disampaikan oleh tim dari Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi, ditunjukkan dengan keaktifan guru dalam berdiskusi dan mengajukan pertanyaan selama sesi berlangsung. Para peserta menilai materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan pembelajaran di era digital dan dapat langsung diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Program Community Development (EQUITY) ITB di SMAN 1 Kadugede ini akan berlanjut ke tahap ketiga yaitu pengembangan Learning Management System (LMS) sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan dalam mewujudkan digitalisasi sekolah serta peningkatan kapasitas guru secara berkesinambungan.



